Menteri Basuki Tegaskan Kurangi Peran Konsultan dalam Bangun Infrastruktur


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, (Foto: Istimewa)

Menurutnya, pemerintah juga bisa membuat program sendiri yang lebih baik.

AKTUALITAS.ID – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa peran konsultan dalam pembangunan infrastruktur harus dikurangi. Menurutnya, pemerintah juga bisa membuat program sendiri yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Basuki dalam acara Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Expo 2019 yang digelar di Auditorium PUPR, Kamis (7/11). Dia menegaskan BPIW harus bisa membuat program sendiri.

“Buat apa konsultan isinya cuma empowerment, itu kelakuannya konsultan. Isinya cuma komitmen kelembagaan apalagi penguatan kelembagaan PUPR, Mau dikuatkan apalagi PUPR, (makanya) kita sendiri yang harus jadi konsultan,” ujar Basuki.

Dia mengatakan, BPIW ke depan harus bisa menjadi penyusun rencana utama pembangunan infrastruktur ke depannya. Ke depannya, BPIW harus bisa memberikan arahan perencanaan pembangunan infrastruktur kepada masing-masing Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian PUPR. Mulai dari Ditjen Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air hingga Perumahan.

Ads Aktualitas

Basuki mengungkapkan, selama ini target membuat perencanaan dan program infrastruktur di Indonesia belum sepenuhnya tercapai. Untuk itu, ke depan dia menegaskan bahwa BPIW harus lebih kuat dalam melakukan perencanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Peran konsultan, ditegaskannya harus dikurangi.

“Konsultan-konsultan itu senangnya memang, yang manajemen, monitoring, evaluasi kelembagaan, yang kita sendiri bisa kerjakan, dan itu kan ukurannya relatif sekali. Jadi saya sudah bilang kurangi yang gitu-gitu,” kata dia.

Ads Aktualitas