Berita
RUU Omnibus Law Cipta Kerja Disahkan, Dolar AS Melemah di Level Rp 14.690
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.690. Angka ini tercatat melemah 100 poin (0,6%) hingga pagi ini. Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (6/10/2020). Hingga pukul 09.25 WIB, dolar AS terpantau bergerak di rentang Rp 14.690-14.790. Tren penguatan rupiah tampaknya didorong oleh sejumlah sentimen […]
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.690. Angka ini tercatat melemah 100 poin (0,6%) hingga pagi ini.
Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (6/10/2020). Hingga pukul 09.25 WIB, dolar AS terpantau bergerak di rentang Rp 14.690-14.790.
Tren penguatan rupiah tampaknya didorong oleh sejumlah sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Dari luar negeri, kabar membaiknya Presiden AS Donald Trump diyakini membawa optimisme bagi investor. Sedangkan dari dalam negeri, ada sentimen disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang dianggap akan berdampak baik bagi para pengusaha dan menarik investor.
Membaiknya sentimen dari para pelaku pasar cenderung mendorong investor menempatkan investasinya ke aset-aset berisiko. Sementara dolar AS yang menyandang status safe haven menjadi kurang menarik.
Penguatan rupiah setidaknya telah terjadi sejak awal pekan kemarin. Rupiah bahkan menguat 1,28% jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin.
Dari data RTI, penguatan rupiah juga terjadi atas sejumlah mata uang lainnya. Di antaranya dolar Australia, euro, yen Jepang, dan dolar Taiwan.
-
NASIONAL18/08/2026 14:00 WIBKomisi III Targetkan RUU Rampung Sebelum Desember
-
RAGAM18/08/2026 14:30 WIB18 Agustus Jadi Saksi Penentuan Nasib NKRI
-
NASIONAL18/08/2026 17:16 WIBAkademisi UKI: Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia Emas 2045
-
NASIONAL18/08/2026 13:00 WIBMenteri Pigai: Warga Papua Hanya Boleh Tuntut Keadilan
-
NASIONAL18/08/2026 16:00 WIBEddy Soeparno Dukung Target Ekonomi 6%
-
DUNIA18/08/2026 15:00 WIBNegara Teluk: Kami Tanggung Akibat Perang Trump
-
EKBIS18/08/2026 17:00 WIBBahlil Optimis Target Migas 610 Ribu Barel Tercapai
-
DUNIA18/08/2026 21:00 WIBIran Ancam Serang Selat Hormuz Jika Negosiasi Gagal