Berita
Karena Ikut Aksi Mogok, Junta Myanmar Tahan Staf Supermarket
Staf supermarket dan sejumlah pekerja toko termasuk City Mart dan Sein Gay Hardi Myanmar dipanggil ke Balai Kota Yangon lantaran toko-toko di seluruh negeri tutup menyusul aksi diam dalam rangka melawan kudeta militer, Rabu (24/3). Anggota keluarga dari pekerja toko mengatakan mereka dipanggil siang hari dan kemungkinan akan ditahan. Anak dari salah satu karyawan Sein […]
Staf supermarket dan sejumlah pekerja toko termasuk City Mart dan Sein Gay Hardi Myanmar dipanggil ke Balai Kota Yangon lantaran toko-toko di seluruh negeri tutup menyusul aksi diam dalam rangka melawan kudeta militer, Rabu (24/3).
Anggota keluarga dari pekerja toko mengatakan mereka dipanggil siang hari dan kemungkinan akan ditahan.
Anak dari salah satu karyawan Sein Gay Har menyampaikan kepada Myanmar Now bahwa ayahnya dipanggil siang hari.
“Saya dengar itu rapat. Dia menelepon ibu saya sebelum jam 9 malam dari nomor ponsel lain,” ujarnya.
Sang ayah menghubungi keluarga lagi pada tengah malam untuk memberitahu, ia tak bisa pulang sampai pagi.
Kesaksian lain, salah satu anggota keluarga yang keluarganya ditahan di Balai Kota meyakini bahwa ponsel kerabatnya telah diambil.
Salah satu anggota staf Orange yang turut ditahan menghubungi saudaranya menggunakan nomor telepon lain dan mengabarkan bahwa dia kemungkinan bermalam di Balai Kota.
“Tiga perwakilan City Mart dipanggil ke tempat pertemuan itu,” kata pejabat dari perusahaan tersebut.
Langkah itu dianggap sebagai upaya untuk memperingatkan perusahaan agar tak memihak pada gerakan yang melawan rezim.
Menurut pejabat itu, rekan-rekannya di perusahaan terus memantau situasi.
Anggota staf yang menduduki posisi manajer cabang dari setiap toko juga dipanggil.
Pihak berwenang memanggil mereka dan mengatakan akan menjemputnya dari rumah, jika mereka tidak muncul.
Yangon menjadi hening lantaran sejumlah toko retail dan beberapa bisnis besar tutup sebagai upaya dari pemogokan yang diorganisir untuk melawan rezim militer.
Layanan Grab serta perusahaan pizza dan restoran lain juga berhenti beroperasi lantaran jalan-jalan di banyak kota kosong, baik mobil maupun pejalan kaki. Para aktivis anti kudeta juga mendesak warga untuk diam di rumah.
Hingga kini 100 anggota staf dari supermarket dan departement store yang berbeda ditahan di Balai Kota.
Perlawanan untuk menentang junta militer terus bergejolak, bahkan sekelompok warga sipil memilih bersembunyi di pedesaan hingga pelosok hutan untuk berlatih bela diri. Mereka mengangkat senjata dan membuat bom rakitan untuk melawan militer Myanmar.
Para warga itu, termasuk perempuan, pelajar, aktivis, pekerja kantoran, hingga ibu-ibu, belajar cara mengisi senapan dengan peluru, menarik pelatuk granat, dan merakit bom api.
Mereka percaya bahwa melawan adalah satu-satunya cara mengalahkan angkatan bersenjata Myanmar yang dinilai paling kejam di dunia.
Sejauh ini menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) per Rabu(24/4) jumlah korban tewas mencapai 286 orang, dan sebanyak 2.906 orang ditahan oleh junta militer.
Menanggapi banyaknya korban yang tewas, Juru Bicara Junta Militer turut menyampaikan bela sungkawa tetapi tetap menyebut demonstran sebagai teroris.
“Saya sedih karena teroris penuh kekerasan yang meninggal itu juga warga negara kami,” ujar Zaw Min Tun.
-
NUSANTARA20/02/2026 19:30 WIBSiswa Madrasah di Tual Tewas usai Dianiaya Oknum Brimob
-
PAPUA TENGAH20/02/2026 18:13 WIBAturan Baru Kemendagri, Status PNS dan PPPK di KTP-el Kini Ditulis ASN
-
OLAHRAGA20/02/2026 11:00 WIBTaklukan BjB 3-1, Popsivo Perbesar Peluang ke Final Four
-
EKBIS20/02/2026 09:30 WIBEmas Antam Naik Rp28.000 ke Angka Rp2,944 Juta/Gr
-
OTOTEK20/02/2026 13:30 WIBSistem Penggerak Hibrida Baru Dihadirkan Horse Powertrain
-
POLITIK20/02/2026 16:00 WIBKPU Susun Peta Jalan Logistik Pemilu 4.0 untuk Pemilu 2029
-
RIAU20/02/2026 13:45 WIBKepala Biro SDM Polda Riau Launching Penggunaan Tanjak dan Selempang bagi Personel, Berlaku Setiap Jumat
-
NASIONAL20/02/2026 17:00 WIBDPR Pastikan Tidak Ada Agenda Revisi UU KPK
















