Connect with us

NASIONAL

AS Serang Iran, Bonnie Triyana Desak RI Segera Keluar dari ‘Board of Peace’

Aktualitas.id -

Anggota DPR RI, Bonnie Triyana, Foto: gesuri.id

AKTUALITAS.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Bonnie Triyana mengkritik serangan Amerika Serikat terhadap Iran yang dinilai telah menggugurkan makna kata “peace” dalam Board of Peace (BoP).

Hal itu disampaikan Bonnie dalam diskusi bertajuk “Bedah Pemikiran Islam Bung Karno” yang digelar di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Jumat (6/3/2026).

Acara yang digelar dalam rangka Dies Natalis GMNI ke-72 tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bonnie Triyana, akademisi Agus Sutisna, serta politisi muda Seno Bagaskoro.

Dalam paparannya, Bonnie menyoroti dilema posisi Indonesia yang menjadi bagian dari Board of Peace, sementara pada saat yang sama Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan ke Iran.

Menurutnya, kondisi tersebut bertentangan dengan prinsip yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Maka ketika ada serangan ke Iran yang dilakukan oleh Amerika, sementara Indonesia berada dalam organisasi Board of Peace, kata ‘peace’-nya menjadi gugur,” ujar Bonnie.

Bonnie juga menegaskan bahwa serangan militer tanpa mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat dinilai sebagai tindakan ilegal dalam hukum internasional.

Pendiri Historia.id itu menilai keanggotaan Indonesia dalam organisasi tersebut berpotensi menyeret Indonesia ke dalam blok geopolitik tertentu yang dipimpin Amerika Serikat.

Hal ini dinilai bertentangan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang diwariskan para pendiri bangsa, termasuk Presiden pertama Indonesia Soekarno.

Bonnie bahkan mengusulkan agar Indonesia mempertimbangkan langkah strategis untuk keluar dari Board of Peace dan kembali pada khittah diplomasi bebas aktif.

“Mungkin ini kesempatan pas untuk menunjukkan bahwa Indonesia kembali pada prinsip bebas aktif, tidak menjadi ekor dari Amerika,” tegasnya.

Senada dengan Bonnie, Seno Bagaskoro juga menilai Board of Peace telah kehilangan relevansinya.

Menurutnya, hanya beberapa minggu setelah organisasi tersebut dibentuk, situasi global justru menunjukkan eskalasi konflik.

“Bahkan ada yang menyebut Board of Peace kini berubah menjadi Board of War,” ujarnya.

Seno menilai Indonesia perlu kembali pada warisan pemikiran Bung Karno, termasuk menggagas kembali semangat Konferensi Asia Afrika sebagai kekuatan moral dunia dalam menjaga perdamaian. (Firmansyah/Mun)

Continue Reading

TRENDING

Exit mobile version