OTOTEK
Kebocoran Chat Pejabat AS: NSA Soroti Kelemahan Keamanan Aplikasi Signal
AKTUALITAS.ID – Aplikasi pesan terenkripsi Signal, yang digadang-gadang sebagai alternatif aman pengganti WhatsApp, ternyata menyimpan celah keamanan yang berpotensi membahayakan privasi pengguna. Lembaga Keamanan Nasional AS (NSA) bahkan mengeluarkan peringatan resmi terkait risiko penggunaan aplikasi tersebut.
Peringatan ini muncul setelah terungkapnya kebocoran chat pejabat pemerintah AS yang tak sengaja membeberkan rencana perang kepada jurnalis. NSA mengungkapkan bahwa Signal menjadi target bernilai tinggi bagi kelompok hacker profesional, terutama dari Rusia, yang menggunakan teknik phishing untuk mencuri informasi sensitif.
“Kerentanan telah diidentifikasi dalam aplikasi Signal Messenger. Penggunaan Signal oleh target umum kegiatan pengawasan dan spionase telah menjadikan aplikasi tersebut sebagai target bernilai tinggi untuk mencegat informasi sensitif,” demikian tertulis dalam buletin internal NSA.
NSA juga memperingatkan bahwa aplikasi pesan pihak ketiga seperti Signal dan WhatsApp tidak boleh digunakan untuk mengomunikasikan informasi yang sangat sensitif. Meskipun Signal mengklaim bahwa ‘kerentanan’ tersebut bukan pada teknologi inti aplikasinya, insiden kebocoran chat pejabat AS menunjukkan adanya risiko keamanan yang nyata.
Kebocoran chat tersebut terjadi ketika Menteri Pertahanan Pete Hegseth secara tidak sengaja mengirimkan pesan berisi rencana perang ke grup chat Signal yang juga diikuti oleh jurnalis The Atlantic. Pesan tersebut memuat informasi detail tentang paket senjata, target, dan waktu penyerangan.
Insiden ini menjadi peringatan bagi pengguna aplikasi pesan terenkripsi untuk selalu waspada terhadap potensi risiko keamanan, terutama dari serangan phishing yang semakin canggih. (Mun/Ari Wibowo)
-
RIAU17/02/2026 16:00 WIBJelang Imlek dan Ramadan, Dishub Bengkalis Siagakan Lima Armada Roro untuk Layani Lonjakan Arus
-
JABODETABEK17/02/2026 13:30 WIBTiga Pencuri Batik Tulis Rp1,3 Miliar di JCC Senayan Ditangkap Polisi
-
NASIONAL17/02/2026 13:00 WIBPDIP Tolak Pengiriman Pasukan ke Gaza tanpa PBB
-
NASIONAL17/02/2026 14:00 WIBKPK Minta Lapor Dewas soal Dugaan Penyidik Minta Rp 10 M Kasus RPTKA
-
NASIONAL17/02/2026 19:00 WIBHilal Tidak Penuhi Kriteria MABIMS, Awal Ramadhan Kamis
-
PAPUA TENGAH17/02/2026 19:15 WIBPatroli Humanis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Rasa Aman Warga Sinak
-
RIAU17/02/2026 20:30 WIBAntisipasi Asap Karhutla, Dinkes Riau Aktifkan Tim Medis Darurat
-
EKBIS17/02/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini 17 Februari 2026: Turun Rp22.000 per Gram