Connect with us

PAPUA TENGAH

Penyelesaian Tapal Batas Kapiraya Berjalan, Tokoh Adat Minta Tidak Terprovokasi

Aktualitas.id -

Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Moyapa saat ditemui, Rabu (18/2/2026) malam. AKTUALITAS.ID/Ahmad

AKTUALITAS.ID – Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Moyapa, mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang belum jelas kebenarannya selama. Pasalnya, Penyelesaian tapal batas antara Suku Kamoro dan Suku Mee di wilayah Kapiraya saat ini sedang berproses melalui jalur pemerintah dan pendekatan adat.

“Saya sebagai kepala suku besar Mee Provinsi Papua Tengah menyampaikan kepada seluruh elemen, seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun masyarakat, mari kita bersatu memperjuangkan percepatan penyelesaian permasalahan ini. Ini yang kami harapkan,” ujar Melkias saat ditemui, Rabu malam (18/2/2026).

Sebelumnya, insiden penyerangan dan pembakaran fasilitas terjadi di Kampung Mauka, Distrik Kapiraya Atas, pada Rabu (11/2/2026). Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan tapal batas serta meningkatnya ketegangan antar kelompok masyarakat, yang mengakibatkan sejumlah bangunan terbakar, termasuk kantor pelayanan pemerintah dan sedikitnya 18 rumah warga.

Melkias menegaskan, masyarakat khususnya warga Suku Mee, perlu menahan diri dan mempercayakan proses yang sedang diupayakan oleh pemerintah bersama para tokoh adat.

“Untuk masyarakat harus menahan diri, tidak boleh mendengar isu-isu atau provokator yang berkembang. Kita harus menahan diri supaya persoalan ini benar-benar dapat menciptakan daerah yang aman, damai dan sentosa,” katanya.

Selama berada di Kabupaten Mimika, Melkias telah melakukan koordinasi dengan berbagai tokoh, mulai dari tokoh gereja, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga perwakilan lembaga masyarakat adat guna membangun kesepahaman bersama.

Sebelumnya, rapat koordinasi penyelesaian tapal batas yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama tiga kabupaten, yakni Kabupaten Mimika, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Dogiyai, menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk ditindaklanjuti, termasuk pembentukan tim penyelesaian di masing-masing daerah.

Melkias menyatakan pihaknya siap mengawal seluruh tahapan penyelesaian bersama pemerintah hingga tuntas dengan melibatkan masyarakat adat dari kedua suku sebagai pemilik hak ulayat.

“Marilah seluruh masyarakat bersabar mengikuti tahapan dan jadwal yang ada sehingga daerah ini aman dan damai, dan semua aktivitas dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersatu dalam satu pikiran dan tujuan agar persoalan tapal batas di Kapiraya segera selesai secara damai dan bermartabat. (Ahmad)

TRENDING

Exit mobile version