Berita
Karena Tak Populer, Mahathir Sebut Anwar Ibrahim Tidak Bisa Jadi PM
Kandidat Perdana Menteri (PM) Malaysia dari koalisi Pakatan Harapan menghadapi jalan buntu. Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad, kembali menyebut bahwa Anwar Ibrahim tidak cocok menjadi kandidat PM karena dia tidak populer di kalangan warga Melayu di negara tersebut. Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Kamis (2/7/2020), Mahathir menyampaikan komentar itu dalam wawancara dengan CNBC. […]
Kandidat Perdana Menteri (PM) Malaysia dari koalisi Pakatan Harapan menghadapi jalan buntu. Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad, kembali menyebut bahwa Anwar Ibrahim tidak cocok menjadi kandidat PM karena dia tidak populer di kalangan warga Melayu di negara tersebut.
Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Kamis (2/7/2020), Mahathir menyampaikan komentar itu dalam wawancara dengan CNBC. Dia ditanya soal mengapa dirinya tidak jadi menyerahkan kekuasaan kepada Anwar padahal telah menjanjikan hal tersebut pada tahun 2019 lalu.
“Ya, dia (Anwar-red) tidak terlalu populer bagi warga Melayu. Sekarang, telah ditunjukkan bahwa dukungan Melayu sangat penting bagi setiap partai untuk menang pemilu,” ucap Mahathir dalam wawancara yang dipublikasikan pada Rabu (1/7) waktu setempat.
“Karena dia tidak populer, menjadi pemimpin dari partai multiras, dia membutuhkan seseorang yang menjadi pemimpin Melayu untuk memenangkan pemilu ini,” cetusnya. “Dengan diri saya sebagai kandidat Perdana Menteri, saya pikir kita akan mendapatkan dukungan warga Melayu,” imbuh Mahathir.
Lebih lanjut, Mahathir menyatakan bahwa dalam tiga pemilu terakhir di Malaysia, Anwar gagal mendapat suara dari kalangan pemilih Melayu.
“Hanya ketika saya bergabung, kami berhasil menang. Dan ini merupakan sebuah pencapaian, karena selama 60 tahun, pemerintahan selalu dikuasai partai yang sama. Itu adalah pertama kalinya tercapai perubahan,” ujarnya.
Diketahui bahwa faksi Mahathir dan faksi Anwar kini sedang terlibat perselisihan terkait pilihan kandidat PM untuk koalisi Pakatan Harapan.
Pada Selasa (30/6) waktu setempat, Partai Amanah Negara (Amanah) menyatakan bahwa pencalonan Ketua Partai Warisan Sabah, Shafie Apdal, sebagai kandidat PM untuk Pakatan Harapan akan dibahas oleh Dewan Kepresidenan Koalisi sesegera mungkin. Namun Partai Tindakan Demokratik (DAP) menyebut kandidat PM harus mendapatkan konsensus dari seluruh anggota koalisi Pakatan Harapan.
Jumlah anggota Pakatan Harapan di parlemen Malaysia kini terdiri atas 39 anggota dari Partai Keadilan Rakyat (PKR), 42 anggota dari DAP dan 11 anggota dari Amanah. Mahathir yang bergabung koalisi ini mendapat dukungan 4 anggota parlemen dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) yang ditinggalkannya dan 9 anggota dari Partai Warisan Sabah.
Baru-baru ini, Mahathir mengajukan nama Shafie sebagai kandidat PM demi mengakhiri kebuntuan dan untuk mendapat dukungan anggota parlemen di wilayah Sabah dan Sarawak. Namun pengajuan itu tidak hanya dikritik oleh faksi yang mendukung Anwar, tapi juga oposisi di Sabah dan Sarawak.
-
NASIONAL03/07/2026 20:30 WIBPuan Minta Penunjukan Komisaris Berdasarkan Kompetensi
-
POLITIK03/07/2026 19:30 WIBSyarat Capres-Cawapres Diusung Tiga Partai Dinilai akan Hambat Figur Potensial
-
POLITIK03/07/2026 19:00 WIBKomisi II DPR Usul Gaji Kepala Daerah Dinaikkan
-
NUSANTARA04/07/2026 07:30 WIBGempa M4,5 Guncang Waikabubak Tengah Malam
-
NASIONAL03/07/2026 20:00 WIBKPK Telusuri Aset Keluarga Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Terkait Gratifikasi
-
RIAU03/07/2026 23:00 WIBMahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Teluk Pambang Kelola TOGA dan Pupuk Organik
-
RIAU03/07/2026 22:00 WIBPolisi Tangkap Residivis dan Sita Setegah Kilogram Sabu
-
POLITIK03/07/2026 21:00 WIBDPR Pastikan RUU Ketahanan Siber Dibahas Terbuka dan Libatkan Publik

















