Berita
Raja Malaysia Panggil 114 Anggota Parlemen untuk Memastikan Dukung Ismail Sabri Jadi PM Baru
Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, dilaporkan memanggil 114 anggota parlemen dari koalisi Perikatan Nasional (PN) untuk memastikan dukungan mereka terhadap Ismail Sabri Yaakob sebagai perdana menteri baru. Ahmad Maslan selaku sekretaris jenderal partai terbesar dalam PN, UMNO, mengonfirmasi bahwa pihaknya dipanggil ke Istana Negara pada hari ini, Kamis (19/8). “Anggota parlemen akan ke Istana […]
Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, dilaporkan memanggil 114 anggota parlemen dari koalisi Perikatan Nasional (PN) untuk memastikan dukungan mereka terhadap Ismail Sabri Yaakob sebagai perdana menteri baru.
Ahmad Maslan selaku sekretaris jenderal partai terbesar dalam PN, UMNO, mengonfirmasi bahwa pihaknya dipanggil ke Istana Negara pada hari ini, Kamis (19/8).
“Anggota parlemen akan ke Istana Negara besok,” ujar Maslan kepada Malay Mail pada Rabu (18/8).
Ia kemudian menjabarkan bahwa para anggota parlemen dari tiap partai pendukung PN akan dipanggil di jam-jam berbeda mulai dari 10.00 hingga 16.00 nanti.
Media lokal lainnya, The Star, melaporkan bahwa Raja Malaysia memanggil setidaknya 114 anggota parlemen untuk meyakinkan dukungan mereka atas pejabat yang juga merupakan wakil PM di era Muhyiddin itu.
Dalam pernyataan resminya, Istana Negara menegaskan bahwa raja hanya memiliki wewenang untuk mengajukan kandidat perdana menteri yang diperkirakan bakal menerima banyak dukungan di parlemen.
Nama calon PM itu kemudian akan diserahkan ke parlemen. Selanjutnya, parlemen bakal menggelar pemungutan suara untuk menentukan dukungan mereka terhadap calon tersebut.
Untuk menjadi seorang PM, seorang kader harus didukung setidaknya 111 dari total 222 anggota parlemen rendah Malaysia.
Selain Ismail, nama Anwar Ibrahim juga digadang-gadang menjadi perdana menteri baru untuk menggantikan Muhyiddin Yassin. Namun, koalisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan, diprediksi akan kalah suara.
Di tengah gerilya raja mencari pemimpin baru, berkembang pula sejumlah rumor bahwa Malaysia akan membentuk pemerintahan bersama hingga pandemi Covid-19 tertangani dengan baik. Setelah itu, Malaysia baru dapat menggelar pemilihan umum secara aman.
Muhyiddin sendiri mengundurkan diri karena tak lagi mendapatkan dukungan mayoritas parlemen karena sengkarut penanganan Covid-19 di Negeri Jiran di bawah kepemimpinannya.
-
EKBIS11/07/2026 01:00 WIBAPERSI Siap Perkuat Tata Kelola Organisasi untuk Dukung Program Tiga Juta Rumah
-
JABODETABEK11/07/2026 05:30 WIBAkhir Pekan Cuaca di Jakarta Dipanggang Panas
-
NASIONAL11/07/2026 15:00 WIBRudi Margono Resmi Gantikan Febrie Adriansyah Jadi Jampidsus
-
NUSANTARA11/07/2026 12:30 WIBEmbun Beku Lumpuhkan Pertanian Dieng
-
JABODETABEK11/07/2026 06:30 WIBPolisi Buka SIM Keliling di Lima Titik Jakarta
-
NASIONAL11/07/2026 07:00 WIBEddy Soeparno: SRUK Tak Cukup Tanpa Regulasi Kuat
-
NASIONAL11/07/2026 04:00 WIBDrama di Kejagung! Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus
-
NASIONAL11/07/2026 16:00 WIBDari Magetan ke Puncak Karir, InI Perjalanan Rudi Margono di Kejaksaan

















