Berita
Selama 2,5 Tahun di Penjara, Aktivis Perempuan Arab Saudi Disiksa
Aktivis perempuan Arab Saudi, Loujain al-Hathloul (31), dilaporkan disiksa secara fisik dan seksual selama 2,5 tahun di penjara. Selain itu, kasusnya kini dipindahkan ke persidangan di Pengadilan Kriminal Khusus untuk kasus terorisme dan keamanan nasional, seperti disampaikan pihak keluarga, Rabu (25/11). Pihak keluarga juga mengatakan kondisi Al-Hathloul tampak lemah saat persidangan kemarin lantaran tengah melakukan […]
Aktivis perempuan Arab Saudi, Loujain al-Hathloul (31), dilaporkan disiksa secara fisik dan seksual selama 2,5 tahun di penjara.
Selain itu, kasusnya kini dipindahkan ke persidangan di Pengadilan Kriminal Khusus untuk kasus terorisme dan keamanan nasional, seperti disampaikan pihak keluarga, Rabu (25/11).
Pihak keluarga juga mengatakan kondisi Al-Hathloul tampak lemah saat persidangan kemarin lantaran tengah melakukan mogok makan selama dua pekan terakhir dari penjara.
Dilansir Associated Press, Kamis (26/11), Al-Hathloul dan aktivis perempuan Saudi lainnya ditahan pada 2018. Mereka mengaku dianiaya secara fisik dan seksual saat ditahan oleh integrator bertopeng.
Para aktivis tersebut mengaku mereka dicambuk di punggung dan paha, disetrum, dan disiram air. Beberapa perempuan mengatakan mereka disentuh dan diraba secara paksa, dipaksa untuk berbuka puasa selama bulan suci Ramadan, dan diancam dengan pemerkosaan dan kematian. Bahkan, salah satu aktivis mencoba bunuh diri di penjara.
Ketika sebagian besar aktivis telah dibebaskan untuk menunggu persidangan, Al-Hathloul dan tiga aktivis perempuan lainnya tetap dipenjara. Kelompok hak asasi manusia yang melacak persidangan mengatakan hanya kasus al-Hathloul yang dirujuk ke Pengadilan Kriminal Khusus.
Menurut keluarga Al-Hathloul, otoritas Saudi mengatakan kepada Al-Hathloul bahwa dia dapat dibebaskan jika dia menandatangani pernyataan yang menyangkal klaim pelecehan. Ketika Al-Hathloul menolak, dia dimasukkan ke sel isolasi.
Dilansir AFP,belum ada komentar langsung dari pemerintah Saudi terkait perpindahan persidangan Al-Hathloul.
Pemerintahan Raja Salman berkeras memproses kasus Al-Hathloul meski tekanan dunia internasional memaksa Saudi membebaskan perempuan itu.
Dalam sebuah laporan awal tahun ini, kelompok pemerhati HAM, Amnesty International, mengatakan pengadilan khusus Saudi itu kerap digunakan untuk membungkam suara-suara pengkritik kerajaan dengan kedok memerangi terorisme.
“Pemerintah Saudi bisa saja memutuskan mengakhiri mimpi buruk dua tahun pembela HAM Loujain al-Hathloul yang pemberani ini. Tapi, sebaliknya, Saudi malah memindahkan kasusnya ke sebuah institusi yang biasa membungkam perbedaan pendapat dan terkenal karena menjatuhkan hukuman yang lama,” kata aktivis Amnesty International, Lyn Maalouf.
Al-Hathloul sudah sejak lama menjadi pembela hak-hak perempuan di Arab Saudi dan ini bukan pertama kalinya dia ditahan.
Pada 2014, dia ditahan selama lebih dari 70 hari setelah dia menyiarkan secara langsung dirinya sedang mengemudi dari Uni Emirat Arab (UEA) ke Arab Saudi. Saat itu, perempuan masih dianggap ilegal untuk mengemudikan kendaraan di kerajaan.
Dia ditangkap oleh otoritas Saudi saat berusaha melintasi perbatasan dan kemudian dibebaskan tanpa pengadilan.
Keluarga Al-Hathloul mengatakan, pada 2018 tak lama setelah menghadiri pertemuan PBB di Jenewa tentang situasi hak-hak perempuan di Arab Saudi, dia diculik oleh pasukan keamanan Emirat di Abu Dhabi, tempat ia tinggal dan menempuh gelar master. Dia dipaksa naik pesawat ke Saudi dan dilarang bepergian ke luar negeri sebelum akhirnya ditangkap beberapa bulan kemudian.
-
JABODETABEK03/05/2026 09:30 WIBBocah Cipondoh Diduga Dilecehkan Usai Dicekoki Miras
-
EKBIS03/05/2026 11:30 WIBEmas Antam Bertahan Rp 2,796 Juta per Gram
-
OTOTEK03/05/2026 10:30 WIBMerasa Diintai Google? Ikuti Cara Ini Biar Langsung Aman
-
PAPUA TENGAH03/05/2026 20:00 WIBDanrem 173/Praja Vira Braja Tinjau Kesiapan Wilayah Teritorial di Makodim 1714/PJ
-
PAPUA TENGAH03/05/2026 16:00 WIBPolisi Buru Tiga Terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Belakang Grapari Timika
-
NASIONAL03/05/2026 11:00 WIBAmien Rais Tantang Bukti ke Pengadilan Usai Dituding Fitnah Teddy
-
NASIONAL03/05/2026 14:00 WIBEnam Poros Kekuatan Siap Bentrok di Muktamar NU
-
NASIONAL03/05/2026 10:00 WIBMegawati Pertanyakan Sidang Militer Kasus Andrie Yunus

















