Hizbullah Sebut Bakal Gencar Serang Israel


Sayyed Hassan Nasrallah, pemimpin Hezbollah. timesofisrael.com

Pemimpin kelompok Hizbullah di Libanon, Hassan Nasrallah, menyatakan bakal menggencarkan serangan terhadap Israel setelah wilayah kekuasaan mereka digempur pekan lalu.

Hizbullah dan Israel terlibat aksi saling serang pada pekan lalu. Mulanya Hizbullah meluncurkan roket ke arah lahan kosong di kawasan pertanian Shebaa, dan dibalas oleh Israel dengan serangan meriam dan jet tempur yang jatuh di lahan kosong di Libanon.

Serangan yang sama-sama jatuh di lahan kosong itu memperlihatkan kedua belah pihak tidak berniat memperpanjang konflik bersenjata.

“Kami memilih menyerang lahan kosong pertanian Shebaa guna mengirim pesan, dan juga mengambil langkah dan di kemudian hari kami bisa meningkatkannya dan mengambil langkah lain,” kata Nasrallah dalam pidato memperingati perang Hizbullah dan Israel pada 2006 silam, seperti dilansir Reuters, Senin (9/8).

Nasrallah yang selama ini berada dalam persembunyian mengatakan, serangan udara Israel yang dilakukan di wilayah Libanon sebagai sebuah perkembangan yang membahayakan dan belum pernah dilakukan selama 15 tahun belakangan.

“Pembalasan kami kemarin terkait dengan serangan udara Israel yang menargetkan kawasan selatan Libanon untuk pertama kalinya dalam 15 tahun. Aksi kami punya tujuan dan sasaran jelas,” ujar Nasrallah seperti dilansir Associated Press.

Menurut Nasrallah saat ini Hizbullah tengah menimbang untuk kembali meluncurkan serangan di kawasan terbuka di kawasan utara Palestina yang dijajah Israel, Dataran Tinggi Golan atau Galilea Hilir.

Nasrallah juga menyampaikan peringatan Hizbullah bakal membalas serangan udara Israel secara sesuai dan sebanding.

“Setiap serangan udara yang dilakukan Angkatan Udara Israel ke Libanon akan dibalas dengan cara yang sesuai dan sepadan,” ucap Nasrallah.

“Kami selalu menyatakan tidak ingin berperang dan kami tidak ingin berperang, tetapi kami selalu bersiap dan kami tidak takut akan hal itu dan menunggu setiap hari dan kami yakin menang dengan bantuan Allah S.W.T.,” ujar Nasrallah.

Akan tetapi, pada pekan lalu aparat keamanan Libanon berhasil menyita sebuah truk yang mengangkut roket diduga milik Hizbullah. Langkah ini terbilang jarang dilakukan oleh aparat keamanan Libanon terhadap Hizbullah yang mempunyai sayap militer dan persenjataan yang cukup lengkap.

Hizbullah merupakan organisasi masyarakat Syiah di Libanon yang diduga menjalin hubungan akrab dengan Iran. Mereka juga menjelma menjadi partai politik dan mempunyai organisasi militer, Dewan Jihad.

Tensi di perbatasan Libanon dan Israel kembali memanas setelah terjadi serangan terhadap kapal tanker Mercer Street yang dioperasikan perusahaan perkapalan Israel di dekat Teluk Oman, Laut Arab, pada pekan lalu.

Sebanyak dua awak kapal tanker nahas itu, yakni seorang warga Inggris dan satu warga Rumania, meninggal dalam serangan. Menurut laporan serangan itu terjadi dua kali.

Serangan pertama terhadap tanker tidak berdampak apapun. Namun, serangan kedua menghantam anjungan kapal.

Diduga serangan itu menggunakan pesawat nirawak (drone).

Israel menuduh Iran sebagai dalang serangan. Mereka juga mengancam akan membalas hal itu, meski Iran tetap membantah.

Pemerintah Inggris dan Rumania memanggil duta besar Iran untuk meminta klarifikasi atas kejadian itu.

Tensi di perairan kawasan Teluk semakin tinggi setelah Iran memutuskan kembali meningkatkan pengayaan uranium untuk program nuklir, selepas Amerika Serikat di masa pemerintahan Presiden Donald Trump menarik kesepakatan pembatasan pengayaan uranium. Trump juga kembali menjatuhkan sanksi yang membuat perekonomian Iran semakin sulit.

slug . '" class="' . $tag->slug . '">' . $tag->name . ''; } } ?>