Berita
Gedung Putih: AS-Taliban akan Terlibat Perang, Jika Sisakan 2.500 Tentara di Afghanistan
Perwakilan Gedung Putih menyatakan bahwa Amerika Serikat akan terlibat perang dengan Taliban jika menyisakan 2.500 tentara di Afghanistan setelah tenggat waktu pada 31 Agustus lalu. “Kita bakal terlibat perang dengan Taliban,” ujar juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, pada Selasa (28/9). Psaki melontarkan pernyataan ini setelah muncul desas-desus mengenai ketidakharmonisan antara Presiden Joe Biden dan […]
Perwakilan Gedung Putih menyatakan bahwa Amerika Serikat akan terlibat perang dengan Taliban jika menyisakan 2.500 tentara di Afghanistan setelah tenggat waktu pada 31 Agustus lalu.
“Kita bakal terlibat perang dengan Taliban,” ujar juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, pada Selasa (28/9).
Psaki melontarkan pernyataan ini setelah muncul desas-desus mengenai ketidakharmonisan antara Presiden Joe Biden dan para petinggi militer AS.
Rumor ini beredar setelah dua jenderal AS menyatakan bahwa mereka sempat merekomendasikan agar negaranya menyisakan 2.500 tentara untuk membantu militer Afghanistan melawan Taliban.
Kedua jenderal itu adalah kepala Staf Gabungan AS, Mark Milley, dan komandan untuk Komando Pusat AS, Kenneth McKenzie. Mereka menyampaikan pengakuan itu dalam sidang Senat pada Selasa (28/9).
“Saya tak akan memberikan rekomendasi atas dasar pribadi kepada presiden, tapi saya akan memberikan opini jujur. Pendapat dan pandangan jujur saya itulah yang membentuk rekomendasi saya,” ujar McKenzie.
Menegaskan maksudnya, ia berkata, “Saya merekomendasikan agar kita menyisakan 2.500 tentara di Afghanistan.”
Senada dengan McKenzie, Milley juga mengaku sempat memberikan rekomendasi kepada Biden agar menyisakan setidaknya 2.500 tentara untuk membantu militer Afghanistan.
“Sejak musim gugur 2020, dan tetap hingga setelahnya, [penilaian saya adalah] kita harus tetap menyiagakan 2.500 dan bisa bertambah hingga 3.500 agar dapat bergerak ke solusi yang dinegosiasikan,” ucap Milley.
Berbeda dengan Milley dan McKenzie, Biden dan sejumlah pejabat Gedung Putih berulang kali menekankan bahwa tak ada petinggi militer yang merekomendasikan untuk menyisakan tentara di Afghanistan.
-
JABODETABEK18/04/2026 05:30 WIBRencana Weekend ke Luar? Cek Dulu Prakiraan Hujan Jakarta 18 April
-
POLITIK18/04/2026 11:00 WIBKPK Usulkan 5 Jurus Cegah Politik Uang
-
PAPUA TENGAH18/04/2026 17:30 WIBPolisi Ungkap Jejak Pembunuhan Berencana di Kwamki Narama
-
DUNIA18/04/2026 08:00 WIBIran Umumkan Jalur Minyak Global Kembali Normal
-
EKBIS18/04/2026 15:30 WIBMinyak Dunia Terjun Bebas Usai Kabar Hormuz
-
JABODETABEK18/04/2026 10:30 WIB1 Pelajar Diamankan Warga Usai Serang Siswa SMP di Tambun Selatan
-
POLITIK18/04/2026 06:00 WIBEfek Jokowi Luntur? Survei Terbaru Sebut PSI Tetap Jadi Partai Gurem
-
EKBIS18/04/2026 12:30 WIBNgebut! Harga Emas Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram Sabtu Ini

















