Connect with us

DUNIA

Israel Tebar Ancaman: Penerus Ali Khamenei Jadi Sasaran Pembunuhan Berikutnya

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Eskalasi ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Usai tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Israel kini secara terang-terangan melontarkan ancaman mematikan kepada siapa pun yang akan menggantikan posisi puncak di Republik Islam tersebut.

Ancaman keras ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Rabu (4/3/2026). Katz menegaskan bahwa militer Israel tidak akan segan-segan memburu penerus Khamenei.

“Siapa pun yang dipilih oleh rezim Iran untuk melanjutkan rencana menghancurkan Israel dan mengancam Amerika Serikat serta negara-negara lain akan menjadi sasaran pasti untuk pembunuhan, tak peduli nama atau tempat persembunyian,” tegas Katz melalui unggahan resminya di platform X, seperti dikutip dari AFP.

Ayatollah Ali Khamenei, yang telah memegang tampuk kekuasaan tertinggi di Iran sejak 1989, dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan udara mematikan yang dilancarkan Israel pada Sabtu pagi waktu setempat.

Merespons kekosongan kekuasaan ini, otoritas Iran menyatakan akan segera menggelar sidang Majelis Ahli (Assembly of Experts). Majelis ini merupakan badan krusial yang memiliki kewenangan konstitusional untuk menunjuk, mengawasi, dan bahkan memberhentikan Pemimpin Tertinggi.

Namun, upaya transisi kepemimpinan Iran tampaknya tidak akan berjalan mulus. Menurut laporan media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, gedung Majelis Ahli yang bertugas memilih suksesor Khamenei juga telah menjadi target serangan militer.

“Para pejabat AS-Zionis menyerang gedung Majelis Ahli di Qom, selatan Teheran,” lapor kantor berita Tasnim pada Selasa, sebagaimana dikutip oleh Alarabiya.

Media lokal Iran turut menayangkan sejumlah rekaman visual yang memperlihatkan kondisi gedung yang mengalami kerusakan parah akibat hantaman proyektil. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa akibat serangan di fasilitas vital tersebut. (Mun)

Continue Reading

TRENDING

Exit mobile version