DUNIA
Iran Ubah Strategi Serangan di Timur Tengah
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Iran menyatakan akan menangguhkan serangan terhadap negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah, kecuali jika negara tersebut lebih dulu melakukan serangan terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (7/3/2026) setelah mendapat persetujuan dari dewan kepemimpinan sementara negara tersebut.
Menurut Pezeshkian, kebijakan ini merupakan langkah strategis Iran di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
“Iran akan menangguhkan serangan terhadap negara-negara tetangga kecuali jika mereka menyerang lebih dulu,” ujar Pezeshkian seperti dikutip dari laporan Reuters.
Meski demikian, situasi di kawasan masih memanas. Iran diketahui masih melancarkan sejumlah serangan sebagai respons atas aksi militer Amerika Serikat dan Israel.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah aset militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk.
Dilaporkan oleh Al Jazeera, IRGC menyebut setidaknya 20 aset militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab mengalami kerusakan berat akibat serangan Iran.
Serangan terbaru bahkan dilaporkan menyasar kapal tanker minyak milik Amerika Serikat di perairan Kuwait serta kilang minyak utama di Bahrain pada Jumat (6/3/2026).
Radio pemerintah Iran mengutip Markas Pusat Khatam Al Anbiya yang menyatakan kapal tanker AS tersebut terkena serangan dan sempat terbakar.
Markas Khatam Al Anbiya sendiri merupakan pusat komando operasional angkatan bersenjata Iran yang aktif mengambil alih kendali militer dalam situasi perang.
Pada hari yang sama, IRGC juga mengumumkan bahwa rudal generasi baru Iran berhasil menghantam sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk serta beberapa lokasi strategis di Israel.
Beberapa target yang disebut terkena serangan antara lain Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv.
Selain rudal, militer Iran juga menggunakan drone tempur angkatan laut untuk menyerang posisi pasukan Amerika Serikat di Camp Udairi di Kuwait.
Camp Udairi atau yang kini dikenal sebagai Camp Buehring merupakan salah satu fasilitas militer utama milik Amerika Serikat di wilayah barat laut Kuwait.
Sementara itu, laporan AFP menyebutkan bahwa serangan rudal Iran juga memicu kebakaran di kilang minyak utama milik negara Bahrain.
Pusat Komunikasi Bahrain menyatakan kebakaran di fasilitas Bapco Energies sempat terjadi akibat serangan tersebut, namun api berhasil dikendalikan oleh petugas.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah terus menjadi perhatian dunia karena berpotensi memicu konflik yang lebih luas. (Mun)
-
FOTO07/03/2026 22:59 WIBFOTO: Aksi Tolak Serangan ke Palestina, Massa Ajak Boikot Produk Israel
-
RAGAM07/03/2026 22:42 WIBPerjalanan Karier Vidi Aldiano di Industri Musik Indonesia
-
PAPUA TENGAH07/03/2026 18:17 WIBDirut BPJS Kesehatan Gandeng Pemda Mimika Perkuat JKN
-
NASIONAL07/03/2026 14:00 WIBDPR Minta Pertamina Jelaskan Kenaikan BBM di Awal Ramadan
-
NASIONAL07/03/2026 18:30 WIBMudik Gratis Lintas Moda Perkuat Layanan Angkutan Lebaran
-
DUNIA07/03/2026 15:00 WIBIsrael Diduga Serang Basis PBB di Lebanon
-
NASIONAL08/03/2026 00:01 WIBPanja Judi Online Mandek, NIC Minta DPR Bertindak Serius
-
PAPUA TENGAH07/03/2026 17:45 WIBKapolres Mimika Pimpin Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026