Connect with us

DUNIA

Israel Tegaskan Lebanon di Luar Kesepakatan Gencatan Senjata AS-Iran

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Israel menegaskan bahwa operasi militer di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangguhkan serangan militer terhadap Iran selama dua pekan sebagai bagian dari upaya deeskalasi konflik.

Namun, pemerintah Israel menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui platform X pada Rabu, Israel menyebut pihaknya mendukung keputusan Washington dengan sejumlah syarat terhadap Iran.

“Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan, dengan syarat Iran segera membuka kembali selat dan menghentikan seluruh serangan terhadap Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara di kawasan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Israel juga menyatakan dukungan terhadap upaya Amerika Serikat untuk memastikan Iran tidak lagi menjadi ancaman dalam hal nuklir, rudal, maupun aktivitas teror terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah dan dunia.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian sementara serangan terhadap Iran selama dua pekan sebagai langkah untuk meredakan ketegangan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang disebut berperan dalam upaya mediasi, mengungkapkan bahwa delegasi Iran dan Amerika Serikat telah diundang untuk melakukan pembicaraan di Islamabad pada Jumat mendatang.

Sharif juga menyebut adanya kesepakatan gencatan senjata di sejumlah zona konflik, termasuk Lebanon.

Meski demikian, Israel menegaskan operasi militernya di Lebanon selatan tetap berlangsung. Sejak meningkatnya konflik pada 2 Maret, militer Israel diketahui terus melakukan serangan udara dan operasi darat di wilayah tersebut.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menyebabkan sedikitnya 1.497 orang tewas dan 4.639 lainnya mengalami luka-luka.

Di sisi lain, kelompok bersenjata Hezbollah juga terus melancarkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai respons atas operasi militer Israel di Lebanon serta serangan terhadap Iran.

Ketegangan yang melibatkan Israel, Iran, dan kelompok Hizbullah di Lebanon menambah kompleksitas konflik di kawasan Timur Tengah yang hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version