POLITIK
Saiful Mujani: Menjatuhkan Presiden Lewat Demokrasi Sah
AKTUALITAS.ID – Pengamat politik Saiful Mujani buka suara usai pernyataannya yang menyerukan konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto menuai polemik. Ia menegaskan, pernyataan tersebut merupakan bagian dari sikap politik, bukan tindakan makar.
Saiful Mujani menjelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum diskusi bertajuk “halal bihalal pengamat sebelum ditertibkan”. Dalam forum itu, ia menyampaikan pandangan terkait evaluasi terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Menurutnya, sikap politik yang disampaikan secara terbuka merupakan bagian dari political engagement atau keterlibatan politik warga negara dalam sistem demokrasi.
“Apakah itu makar? Saya tegaskan bukan. Itu sikap politik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, partisipasi politik merupakan inti dari demokrasi dan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti pemilu, kampanye, hingga aksi damai. Termasuk di dalamnya, kata dia, adalah seruan perubahan kepemimpinan melalui mekanisme konstitusional maupun tekanan publik yang sah.
Saiful juga menilai kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi. Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika pernyataan politik dikategorikan sebagai tindakan makar.
Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap arah demokrasi dan sejumlah pernyataan Presiden yang dinilai berpotensi menimbulkan tekanan terhadap pengamat politik.
Ia juga mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap belum mencerminkan langkah konkret menuju target pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, Saiful menegaskan bahwa salah satu jalur utama perubahan kepemimpinan tetap melalui pemilihan umum 2029. Selain itu, ia juga menyebut opsi lain seperti mekanisme konstitusional di parlemen, meski dinilai sulit terealisasi.
Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengaku belum mengetahui secara rinci pernyataan Saiful Mujani.
“Saya masih banyak pekerjaan, belum lihat pernyataannya,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo saat ini tengah fokus pada agenda strategis pemerintahan.
Sementara itu, sejumlah tokoh dan pejabat pemerintah turut merespons pernyataan Saiful Mujani dengan kritik keras. Mereka menilai seruan tersebut berpotensi memicu instabilitas politik jika tidak disampaikan secara proporsional.
Polemik ini mencerminkan dinamika demokrasi yang terus berkembang di Indonesia, di mana kebebasan berpendapat dan stabilitas politik menjadi dua hal yang perlu dijaga secara seimbang. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL20/09/2026 11:00 WIBHabiburokhman: Jangan Sampai RUU Jadi Alat Kekuasaan
-
POLITIK20/09/2026 10:00 WIBMenteri ATR/BPN Ternyata Sudah Lama Cabut dari Pengurus Golkar
-
POLITIK20/09/2026 07:00 WIBPrabowo Buka Pintu Reshuffle, PDIP: Kami Tetap di Luar
-
NUSANTARA20/09/2026 14:00 WIBApi Liar Lahap 10 Hektare di Ampana Kota
-
DUNIA20/09/2026 08:00 WIBPBB: Serangan Brutal AS ke Iran Murni Kejahatan Perang
-
OASE20/09/2026 05:00 WIB8 Ayat Al-Qur’an Ini Bongkar Kunci Hidup Sehat Bebas Penyakit
-
POLITIK20/09/2026 06:00 WIBPKB Buka Pintu PT 5 Persen untuk Pemilu 2029
-
POLITIK20/09/2026 09:00 WIBRifqi: Panja RUU Pemilu Segera Dibentuk