Connect with us

NUSANTARA

Jelang Pilkades, Kantor Bupati Bekasi Digembok Warga

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Aksi nekat dan di luar nalar terjadi di pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi. Ruang kantor Bupati Bekasi hingga kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) disegel dan digembok menggunakan rantai besi oleh sekelompok warga pada Jumat (18/9/2026) sore. Insiden memalukan ini diduga kuat menjadi buntut kekecewaan massa pendukung calon kepala desa yang gugur dalam seleksi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Merespons aksi premanisme tersebut, jajaran Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membongkar paksa segel tersebut pada Sabtu (19/9/2026).

“Kami lebih proaktif terkait kejadian penyegelan kantor pada Jumat sore kemarin. Kita sudah olah TKP duluan meski belum ada laporan yang masuk,” tegas Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo di Cikarang.

Setibanya di kompleks Pemda, aparat kepolisian langsung memutus rantai dan gembok yang mengunci akses utama fasilitas negara tersebut. Berdasarkan penyelidikan awal, aksi penyegelan ini dipicu oleh protes simpatisan bakal calon kepala desa yang gagal masuk lima besar. Mereka menuntut penundaan pemilihan, atau memaksa agar calon jagoannya tetap diloloskan.

Kombes Pol Andi menyatakan bahwa hingga saat ini kepolisian masih menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun dinas terkait. Untuk sementara, polisi mengkategorikan insiden ini sebagai aksi spontanitas luapan kekecewaan massa.

“Dia ini tidak terima dan masih berupaya agar calonnya tetap bisa tampil. Seharusnya bukan dengan cara menyegel kantor seperti itu, gunakan mekanisme pengaduan sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” ujar Andi. Ia menegaskan, kepolisian tetap membuka pintu lebar-lebar jika pihak Pemkab merasa dirugikan dan ingin memidanakan pelaku.

Kejadian ini sempat viral setelah rekaman video penyegelan beredar luas di tengah masyarakat. Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat jelas seorang pria bertopi hitam dengan santai membelitkan rantai besi tebal pada gagang pintu kaca utama kantor DPMD dan menguncinya dengan gembok.

Aksi tersebut membuat akses utama kantor lumpuh total. Bahkan, dalam rekaman terdengar jelas provokasi dari warga yang memaksa pegawai di dalam gedung untuk mengevakuasi diri lewat jalur belakang.

“Udah, keluar dari belakang! Ayo ke PN, ayo!” teriak salah seorang warga dalam video yang kini menjadi barang bukti kepolisian tersebut. Pihak kepolisian kini mengimbau seluruh pihak untuk menempuh jalur hukum alih-alih melakukan aksi main hakim sendiri yang merugikan fasilitas publik. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version