OASE
Al-Qur’an Tegaskan Ghibah Bawa Azab
AKTUALITAS.ID – Kebiasaan membicarakan keburukan orang lain atau yang akrab disebut ghibah kerap dianggap sepele oleh kebanyakan orang di tengah pergaulan sehari-hari. Padahal, dalam pandangan Islam, ghibah bukan sekadar dosa sosial biasa, melainkan perbuatan keji yang diibaratkan setara dengan memakan bangkai saudara sendiri.
Peringatan keras ini secara telak tertuang dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Hujurat ayat 12. Allah SWT dengan sangat tegas melarang orang-orang beriman untuk berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, hingga menggunjing satu sama lain.
“Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik…” (QS. Al-Hujurat: 12).
Perumpamaan ini dipilih untuk menunjukkan betapa besarnya rasa jijik dan beratnya dosa ghibah di sisi Allah SWT. Selain Al-Hujurat, sejumlah ayat suci lain seperti Surah An-Nur ayat 19, Qaf ayat 18, hingga Al-Qalam ayat 10-12 turut mengecam keras sifat suka mencela, menyebar fitnah, dan menyakiti sesama mukmin tanpa alasan yang benar.
4 Hukuman Mengerikan Bagi Pelaku Ghibah
Berdasarkan penjelasan resmi lembaga keagamaan seperti Muhammadiyah, para pelaku ghibah tidak hanya akan memikul dosa di akhirat, tetapi juga diancam dengan hukuman kontan yang mencakup:
Mengurangi Fungsi Puasa: Ghibah diibaratkan sebagai “lubang” pada perisai puasa, membuat ibadah puasa seseorang kehilangan esensi dan pahalanya.
Mendatangkan Siksa Kubur: Dalam sebuah hadis riwayat sahih, Nabi Muhammad SAW pernah memperlihatkan ahli kubur yang sedang disiksa bukan karena dosa besar, melainkan karena gemar berbuat ghibah dan tidak bersih dalam bersuci.
Siksa Neraka yang Mengerikan: Saat peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah SAW melihat suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga yang digunakan untuk mencakar muka dan dada mereka sendiri. Jibril kemudian menjelaskan bahwa mereka adalah para pemakan daging manusia alias pelaku ghibah.
Mendapat Perlakuan Serupa di Dunia: Hukum alam berlaku bagi para penyebar gosip. Orang yang suka bergunjing lambat laun akan menjadi sasaran empuk gibah dan kebencian orang lain.
Islam senantiasa memerintahkan umatnya untuk menjaga silaturahmi dan menebar kebaikan, sebagaimana tercantum dalam Surah An-Nisa ayat 36. Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengerem lisan, berhenti bergosip, dan menjaga kesucian kata-kata demi keselamatan di dunia maupun akhirat. (Mun)
-
RIAU18/09/2026 07:30 WIBPolisi Amankan Anak 14 Tahun di Bengkalis
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBUNRI dan Polda Riau Resmikan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan
-
EKBIS18/09/2026 09:30 WIBJelang Akhir Pekan, IHSG Tancap Gas Tinggalkan Zona Merah
-
POLITIK18/09/2026 09:00 WIBDasco: PT 5 Persen Masih Jadi Bahan Diskusi
-
JABODETABEK18/09/2026 08:30 WIB9 Kecamatan Jakarta Masuk Zona Rawan Tanah Bergerak
-
POLITIK18/09/2026 10:00 WIBWaketum PAN Buka Suara Soal Nasib Parliamentary Threshold
-
POLITIK18/09/2026 14:00 WIBPDIP: Koalisi dengan Gerindra Masih Terlalu Pagi
-
EKBIS18/09/2026 13:15 WIBLazada Dukung Penguatan Ekosistem Digital dan Ritel lewat JITEX 2026