POLITIK
Waketum PAN Buka Suara Soal Nasib Parliamentary Threshold
AKTUALITAS.ID – Tarik-menarik mengenai besaran angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) untuk Pemilu mendatang masih bergulir panas di meja para pimpinan partai politik. Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengungkap bahwa lobi-lobi politik terus dilakukan demi mencari angka mufakat, baik itu berupa kenaikan maupun penurunan dari syarat yang berlaku saat ini.
Eddy menegaskan bahwa keputusan terkait syarat lolos ke Senayan ini tidak bisa diputuskan sepihak, melainkan harus melalui konsensus bulat antarelite partai. Namun, saat didesak mengenai berapa target angka definitif yang sedang digodok, Eddy memilih tutup mulut dan menyerahkan pengumuman tersebut kepada para Ketua Umum parpol.
“Kita maunya pembahasan itu dilaksanakan dengan sebuah konsensus. Syukur-syukur bulat. Apakah ada kenaikan, penurunan, apa pun itu dibahas secara musyawarah mufakat. Angka definitif saya belum bisa sebutkan, biarlah para ketua umum parpol yang nanti menyampaikan,” tegas Eddy kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).
Isu ambang batas parlemen ini selalu memunculkan polemik terkait potensi tingginya ‘suara terbuang’ atau suara rakyat yang tidak terkonversi menjadi kursi di DPR. Merespons ancaman tersebut, Eddy menjamin bahwa masalah suara hangus sudah masuk dalam radar pembahasan para pimpinan partai.
Meski demikian, Eddy mewanti-wanti agar publik dan elite politik tidak terjebak hanya pada perdebatan angka baik itu 3 persen, 4 persen, maupun 5 persen. Menurutnya, penetapan parliamentary threshold harus dibarengi dengan agenda pembenahan sistem Pemilu yang lebih besar dan krusial.
Bagi PAN, mengejar kualitas penyelenggaraan Pemilu jauh lebih mendesak dibandingkan sekadar mematok syarat lolos parlemen. Eddy secara tajam menyoroti deretan borok pada Pemilu sebelumnya, mulai dari masifnya pelanggaran hingga maraknya praktik politik uang (money politics) yang merusak esensi demokrasi.
“Jangan lupa kita akan mencari pemilu yang berkualitas di tengah berbagai permasalahan sebelumnya, seperti pelanggaran pemilu dan besarnya money politics. Ujung-ujungnya, fokus utama kita adalah bagaimana kualitas pemilu itu bisa ditingkatkan,” pungkasnya. (Mun)
-
DUNIA02/11/2026 18:00 WIBRibuan Warga Turun ke Jalan, Ketua KPU Dituntut Mundur
-
RIAU02/11/2026 18:30 WIBSapu Bersih Sarang Narkoba! Ini Sosok AKP Noki Loviko yang Bikin Pengedar Gemetar
-
NUSANTARA02/11/2026 19:30 WIBSapu Bersih! Kapolres Sukoharjo & 3 Anak Buah Resmi Dicopot Mabes Polri
-
EKBIS02/11/2026 19:00 WIBBukan Jago Kandang! Kemnaker Siap Lepas ‘Monster’ Vokasi RI ke Kancah Global
-
NUSANTARA02/11/2026 22:00 WIB7 Polisi Dimutasi Usai Gerebek DPRD Gerindra Pesta Narkoba
-
POLITIK03/11/2026 06:00 WIBAndi Arief Bungkam PSI Soal Isu AHY Tikung Gibran
-
JABODETABEK03/11/2026 06:30 WIBAwas Hangus! Cek 5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Selasa 3 November
-
RAGAM02/11/2026 20:00 WIB“Tak Lagi Sejalan dengan Prinsip”, AKBP Netty Pilih Mundur