Connect with us

NUSANTARA

Waspada! 15 Pesisir Terancam Rob hingga 2 Oktober

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ancaman banjir pesisir atau rob membayangi belasan wilayah di Indonesia selama dua pekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kenaikan muka air laut yang diperkirakan berlangsung sejak 18 September hingga 2 Oktober 2026.

Biang kerok utama di balik fenomena ini adalah fase Bulan Purnama (Full Moon) yang diproyeksikan terjadi pada 26 September 2026. Fenomena astronomis tersebut secara langsung mendongkrak ketinggian maksimum air laut hingga memicu banjir rob meluas di berbagai zona pesisir.

Berdasarkan analisis data ketinggian muka air laut (water level) dan pemodelan prediksi pasang surut, BMKG mengidentifikasi 15 wilayah pesisir rawan yang wajib meningkatkan kesiapsiagaan penuh:

Pesisir Sumatera Utara

Pesisir Kepulauan Riau

Pesisir Sumatera Barat

Pesisir Banten

Pesisir Jawa Tengah

Pesisir Jawa Timur

Pesisir Bali

Pesisir Nusa Tenggara Barat

Pesisir Kalimantan Utara

Pesisir Kalimantan Selatan

Pesisir Kalimantan Tengah

Pesisir Kalimantan Barat

Pesisir Sulawesi Utara

Pesisir Sulawesi Tengah

Pesisir Maluku

Lumpuhkan Pelabuhan hingga Permukiman

BMKG memperingatkan bahwa terjangan banjir rob tidak bisa dipandang sebelah mata. Tingginya pasang air laut berpotensi melumpuhkan denyut ekonomi dan aktivitas harian warga di sepanjang garis pantai.

Dampak langsung diprediksi menyasar kawasan permukiman padat di tepi pantai, merusak tambak garam dan perikanan darat, hingga merusak skenario bongkar muat logistik di pelabuhan-pelabuhan strategis.

“Banjir pesisir berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan, pemukiman, hingga kawasan tambak,” tegas BMKG dalam keterangan resminya.

Masyarakat, pengelola pelabuhan, serta peternak tambak diimbau tak tinggal diam dan segera melakukan langkah mitigasi mandiri mulai dari memantau informasi cuaca maritim hingga mengamankan area rawan sebelum puncak pasang air laut menerjang. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version