NASIONAL
Pengamat SDI: 2 Minggu Manuver Prabowo Bikin Dunia Melirik Indonesia
AKTUALITAS.ID – Manuver 2 minggu Presiden Prabowo Subianto di panggung internasional bikin heboh. Dari Vladivostok, Rusia hingga KTT BRICS di India, Indonesia dianggap naik kelas dari pemain pinggiran menjadi mitra strategis.
Rangkaiannya super padat. Dimulai dari Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Prabowo tampil sebagai Keynote Speaker dan langsung menggelar pertemuan empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pulang ke Tanah Air, Prabowo menggelar acara ‘Prabowo Menjawab’ bersama para senior jurnalis. Puncaknya, terbang ke India untuk KTT BRICS pada 12-13 September 2026, dan bertemu lagi dengan Putin, Presiden China Xi Jinping, hingga PM India Narendra Modi.
Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI), Frans Immanuel Saragih, menilai safari diplomatik ini punya efek positif yang besar bagi posisi tawar Indonesia.
“Kita bisa lihat bagaimana Presiden Prabowo dalam pemaparannya di EEF – Vladivostok terlihat pembicaraan berlangsung dengan sangat baik dan terlihat Putin melihat Indonesia memiliki posisi penting bagi Rusia di Asia Pasifik dan juga di ASEAN. Kalau kita artikan bahwa Rusia memandang Indonesia sebagai mitra strategis,” ujar Frans dalam keterangan persnya, Kamis (17/9/2026).
Menurut Frans, gaya Prabowo di depan Putin sangat meyakinkan. Rusia kini tidak lagi melihat Indonesia sebagai negara pinggiran.
Tak kalah menarik adalah sesi di Jakarta. Di depan senior jurnalis, Prabowo tampil terbuka, bahkan menjawab pertanyaan pribadi dengan data.
“Saya melihat cara pemaparannya sangat terbuka, apalagi ditanya masalah-masalah yang terkadang bersifat pribadi. Dan Prabowo menjawab dengan beragam data yang akurat, dan pendapat seorang ahli dari Australia tentang Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dunia. Semua disajikan dalam bentuk data dan para senior jurnalis juga terlihat cukup senang dengan penjelasan Prabowo,” ungkap Frans.
Puncaknya di KTT BRICS India. Frans melihat modal terbesar Prabowo adalah kemampuan bergaul lintas blok.
“Dalam KTT BRICS di India terlihat juga Prabowo dengan sangat baik bisa bergaul dengan pemimpin negara manapun, ini merupakan keuntungan bagi Indonesia yang memiliki Presiden yang cukup disenangi para pemimpin dunia lain,” katanya.
Kuncinya ada di komunikasi. Luwes di luar negeri, terbuka di dalam negeri, dan tetap menjunjung demokrasi.
“Dari rangkaian tersebut saya melihat cara komunikasi Prabowo cukup baik dalam pergaulan internasional, sedangkan di depan para jurnalis senior Prabowo juga mampu menjawab secara baik dengan menyajikan data yang akurat, selain itu Prabowo tetap menjunjung prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat,” tutur Frans.
Yang paling penting, kata Frans, Prabowo tetap berpegang pada pakem konstitusi.
“Yang lebih menarik adalah Prabowo tetap berpedoman pada UUD 45 dengan amanat yang diberikan kepadanya sebagai Presiden, dan tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak mau berpihak pada pihak manapun. Prabowo ingin Indonesia bisa bergaul dengan negara manapun tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” pungkas Frans. (Mun)
-
RIAU16/09/2026 18:32 WIB68 Kg Sabu Lenyap Jadi Abu, Bupati Kasmarni: Setiap Gram Narkoba Mengancam Masa Depan
-
NASIONAL16/09/2026 19:30 WIBRocky Gerung: Polwan Punya Peran Penting Redam Konflik di Masyarakat
-
JABODETABEK16/09/2026 23:00 WIBTNI AU Bongkar Fakta Kematian Serda Ahmad
-
NASIONAL16/09/2026 20:51 WIBKPU Pilih Optimalkan Anggaran 2027, Pengamat: Bentuk Disiplin Efesiensi
-
NASIONAL16/09/2026 20:00 WIBIM57: Ini OTT Terbesar Sepanjang Sejarah KPK
-
NASIONAL16/09/2026 18:30 WIBBelum Punya Rumah, PJLP dan PPSU Jakarta Selatan Didorong Akses KPR FLPP
-
DUNIA16/09/2026 21:00 WIBPerang Iran Bikin Stok Rudal AS Tergerus
-
DUNIA16/09/2026 18:00 WIBHouthi Bantah Serang Mekkah