Connect with us

NASIONAL

Sumail Abdullah Dorong Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino terhadap Produksi Pangan

Aktualitas.id -

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, Sumail Abdullah,

AKTUALITAS.ID – Pemerintah boleh saja bernapas lega dengan tumpukan 4,6 juta ton beras di gudang Perum Bulog. Namun, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, Sumail Abdullah, memberikan peringatan tajam: jangan sampai angka fantastis ini cuma jadi ilusi ketahanan pangan di tengah ancaman El Nino ekstrem.

Sumail menegaskan, stok beras yang melimpah tidak ada artinya jika pemerintah gagal mengendalikan harga dan distribusi di lapangan.

“4,6 juta ton beras di gudang hanya akan menjadi benteng pangan apabila mampu menjamin pasokan dan menjaga harga tetap terjangkau saat tekanan iklim mengganas,” tegas Sumail, Kamis (17/9/2026).

Lebih lanjut, Sumail menyoroti bahaya kelengahan. Menurutnya, ketahanan pangan bukan sekadar adu banyak stok di gudang, melainkan memastikan urat nadi produksi pertanian tidak mati kekeringan. Ancaman El Nino menuntut pemerintah untuk segera mengamankan ketersediaan air dan infrastruktur pertanian.

“Stok besar memang penting, tapi jangan terlambat mengantisipasi produksi. Kalau sumber air terganggu dan petani gagal tanam, krisis pangan babak selanjutnya sudah menanti,” cetusnya.

Ia juga mewanti-wanti potensi mandeknya distribusi beras ke daerah-daerah rawan. Sumail mendesak sinergi pusat dan daerah untuk memetakan titik kritis El Nino dari sekarang. “Jangan sampai stok menumpuk di gudang pusat, tapi rakyat di daerah justru menjerit kelaparan karena beras langka dan mahal,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, memamerkan rekor stok beras pemerintah yang menembus 4,6 juta ton per September 2026. Angka ini meroket 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya berada di angka 3,9 juta ton.

Amran mengklaim, timbunan beras ini adalah tameng utama Indonesia menghadapi gempuran krisis energi, air, dan El Nino ekstrem.

“Meski BMKG menyebut El Nino kali ini sangat ekstrem dan terberat, stok beras kita dipastikan aman,” klaim Amran.

Meski mengapresiasi capaian tersebut, Sumail tetap menuntut kerja nyata yang berkelanjutan. Baginya, tameng 4,6 juta ton beras ini harus dibarengi dengan perlindungan mutlak terhadap nasib petani dan daya beli masyarakat di tingkat tapak.

“Jangan hanya kuat di atas kertas hari ini, tapi lumpuh saat rakyat benar-benar butuh,” pungkasnya. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version