Connect with us

DUNIA

Khamenei Ejek Trump Usai Kalah Telak

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Kekalahan telak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Partai Republik dalam pemilu sela AS langsung disambut perayaan dan sindiran tajam dari Iran. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, bahkan menyebut hasil pemilu tersebut sebagai bukti bahwa dominasi Amerika Serikat semakin melemah.

Dalam pernyataannya yang disampaikan Rabu (4/11/2026), Khamenei kembali menggunakan istilah “Setan Besar” untuk merujuk kepada Amerika Serikat, julukan yang telah lama digunakan para pemimpin Iran sejak Revolusi Islam 1979.

“Kami berharap dominasi Setan Besar semakin cepat dan semakin pasti melemah,” kata Khamenei.

Tidak berhenti di situ, Khamenei menilai kebijakan agresif Washington terhadap Iran justru menjadi bumerang bagi pemerintahan Trump. Menurutnya, langkah-langkah yang ditempuh AS selama beberapa waktu terakhir gagal menundukkan Teheran dan malah mempercepat kemunduran pengaruh Amerika di panggung global.

Dalam unggahannya di media sosial X, Khamenei menyatakan kekuatan Amerika Serikat saat ini tengah mengalami kemerosotan baik dari sisi militer maupun pengaruh politik internasional.

Ia bahkan mengklaim proses penurunan hegemoni AS kini sudah memasuki fase yang tidak dapat dihentikan.

Euforia juga terlihat di kalangan elite politik Iran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyebut hasil pemilu sebagai pesan keras dari rakyat Amerika yang menolak konflik dan perang.

Menurutnya, para pemilih telah menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan luar negeri yang dianggap terlalu agresif dan penuh konfrontasi.

Di berbagai media Iran, kemenangan Partai Demokrat menjadi bahan perayaan. Salah satu media yang berafiliasi dengan lembaga peradilan bahkan menyebarkan lelucon politik yang menyindir kegagalan Trump dalam upaya menekan Iran.

Di jalanan Teheran, suasana serupa juga terlihat dalam aksi peringatan pendudukan Kedutaan Besar AS yang digelar pemerintah. Sejumlah peserta demonstrasi mengaitkan kekalahan Partai Republik dengan ketahanan Iran menghadapi tekanan dan serangan yang berlangsung berbulan-bulan.

Mereka menilai hasil pemilu menjadi pukulan politik bagi kubu yang selama ini dikenal mendukung pendekatan keras terhadap Iran.

Sementara itu, Donald Trump secara mengejutkan mengakui bahwa kebijakan perangnya terhadap Iran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa Partai Republik dalam pemilu sela.

Meski demikian, Trump tetap memberikan ucapan selamat kepada Partai Demokrat yang berhasil merebut mayoritas di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Ia menegaskan masih siap bekerja sama dengan lawan politiknya di Kongres, namun tidak menutup kemungkinan menggunakan hak veto jika terjadi benturan kepentingan dengan agenda Demokrat.

Hasil pemilu sela kali ini menjadi salah satu kekalahan paling menyakitkan bagi Partai Republik dalam beberapa tahun terakhir. Selain kehilangan kendali Kongres, Demokrat juga mampu mencetak kemenangan penting di sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis kuat kubu konservatif.

Perkembangan tersebut kini menjadi perhatian dunia internasional, terutama di Timur Tengah, karena berpotensi memengaruhi arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Iran, Israel, dan berbagai konflik geopolitik yang masih berlangsung. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version