Connect with us

DUNIA

Trump Bongkar Dugaan Iran Ganggu Pemilu Sela AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Presiden AS Donald Trump melemparkan tuduhan panas ke arah Teheran. Di tengah makin terdesaknya posisi politik domestiknya, Trump menuding Iran sengaja mencoba memengaruhi gelombang Pemilihan Sela (Midterm Elections) AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang.

Pernyataan keras tersebut dilontarkan Trump sebelum bertolak ke Konvensi Nasional Partai Republik di Dallas. Trump meyakini aksi agresif Iran merupakan upaya mengulur waktu, meski ia mengklaim Teheran tidak akan sanggup bertahan lebih lama di bawah cengkeraman sanksi ekonomi AS.

“Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilihan karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Mereka sangat ingin mencoba memengaruhi pemilihan,” tegas Trump, seraya mengklaim harga minyak dunia akan langsung anjlok begitu pemungutan suara selesai.

Tuduhan Trump muncul di tengah eskalasi militer yang kian brutal. Memasuki bulan ketujuh, pertempuran di perairan strategis Selat Hormuz makin tak terkendali. Setelah militer AS menenggelamkan lima kapal tanker milik Iran, Teheran membalas tanpa ampun dengan menghantam 10 kapal kargo dan tanker di sekitar jalur pelayaran vital tersebut.

Akibat aksi saling hantam ini, pasar energi global bergejolak hebat. Harga minyak mentah jenis Brent meroket melampaui angka US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli—sebuah pukulan telak yang memicu lonjakan biaya hidup di berbagai negara, termasuk di dalam negeri AS sendiri.

Aroma keputusasaan politik Trump makin tercium lantaran perang berkepanjangan ini berbalik menghantam dirinya. Frustrasi warga AS terhadap krisis ekonomi dan bayang-bayang perang tak berujung meruntuhkan popularitas sang presiden.

Hasil jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos mencatat tingkat persetujuan (approval rating) Trump anjlok drastis ke angka 33 persen titik terendah sepanjang sejarah kepemimpinannya. Dengan Pemilu Sela yang kian dekat, yang kerap menjadi ‘hakim’ bagi kinerja penghuni Gedung Putih, Trump kini tak hanya bertaruh nyawa prajurit di Selat Hormuz, tetapi juga masa depan politik kekuasaannya. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version