Connect with us

EKBIS

Luhut: 50 Juta Warga Miskin Masuk Data Bansos Digital

Aktualitas.id -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Praktik salah sasaran dan penyelewengan bantuan sosial (bansos) yang selama ini merugikan negara bakal segera dibabat habis. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan sebanyak 50 juta warga miskin di Indonesia akan masuk dalam sistem perlindungan sosial (perlinsos) berbasis digital yang meluncur tahun ini.

Luhut mengungkapkan, sistem canggih ini telah dikembangkan selama setahun terakhir dan sukses diuji coba di Banyuwangi, Jawa Timur, serta merambah ke 215 kabupaten/kota. Rencananya, sistem nasional ini akan diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada minggu ketiga Oktober 2026.

“Masyarakat termiskin yang 50 (juta) itu sudah pasti akan diberikan. Sistem ini kami rancang agar roll out Oktober nanti hampir tidak ada masalah serius,” ujar Luhut dalam konferensi pers di kantor DEN, Jakarta, Kamis (8/9/2026).

Basmi Bansos Meleset dan Cegah Judi Online
Selama ini, pemerintah dihadapkan pada masalah pelik di mana 50 persen penyaluran bansos dinilai tidak tepat sasaran (off target). Melalui integrasi data digital, celah kecurangan tersebut akan ditutup rapat.

Usai pendataan tuntas, pemerintah menargetkan uji coba penyaluran dana langsung ke rekening penerima akan digeber pada kuartal I-2027.

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah memutar otak untuk memitigasi penyalahgunaan dana bantuan. Luhut menyebut opsi pemberian dalam bentuk kupon sedang dijajaki agar bantuan dari negara tidak dibelanjakan untuk hal-hal destruktif seperti judi online.

“Kami masih berpikir apakah nanti diberikan kupon sehingga tidak boleh judi online. Jadi hanya mungkin bayar listrik, beras, bensin, segala macam,” tegas Luhut yang juga menjabat Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP).

Dengan memangkas interaksi langsung antarmanusia (human-to-human) dan mengandalkan ekosistem digital, penyaluran bansos di lapangan diyakini bakal jauh lebih transparan, adil, menekan angka korupsi, dan tepat sasaran menghidupi kebutuhan dasar masyarakat miskin. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version