JABODETABEK
Gempa M 6,5 Kepulauan Seribu Berasal dari Kedalaman 368 Kilometer
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan pemicu di balik gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,5 yang mengguncang perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Gempa yang awalnya dilaporkan bermagnitudo 5,9 ini dipastikan merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut ditarik setelah memperhatikan lokasi episenter serta kedalaman hiposenter gempa yang mencapai 368 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal),” ungkap Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Episenter gempa sendiri terletak pada koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut dengan jarak sekitar 69 kilometer arah timur laut Kepulauan Seribu. Meskipun memiliki kekuatan besar, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan data dan literatur resmi BMKG, gempa intraslab atau yang kerap disebut gempa intra-plate (Zona Benioff) merupakan gempa akibat pecahnya batuan di dalam slab lempeng subduksi dengan sudut tajam.
Karakteristik utama dari jenis gempa ini adalah pancaran ground motion atau guncangan yang dirasakan jauh lebih kuat dibandingkan gempa dengan magnitudo serupa dari sumber yang berbeda. Tak heran jika getaran dari kedalaman 368 km ini dirasakan sangat luas, mulai dari Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga merembet jauh ke Malang di Jawa Timur dan Pariaman di Sumatera Barat.
Di wilayah dengan skala intensitas III MMI, warga melaporkan getaran terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang berlalu. Kendati memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar bangunan, hingga kini belum ada laporan kerusakan masif akibat fenomena tektonik dalam tersebut. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL11/09/2026 16:00 WIBSAR Perluas Area Pencarian hingga 3.243 Mil Laut Persegi
-
DUNIA11/09/2026 15:00 WIBDrone Rusia Serang Mal Saat Dipenuhi Warga
-
NASIONAL11/09/2026 19:00 WIBKPP DEM: Jangan Lelah Cari 5 Jurnalis yang Hilang
-
NUSANTARA11/09/2026 15:30 WIBSantriwati Sleman Diduga Diperkosa Pengurus Ponpes
-
NUSANTARA11/09/2026 14:30 WIBKebakaran Kembali Hantam Bromo
-
DUNIA11/09/2026 18:00 WIBHubungan Aljazair-UEA Resmi Putus
-
NASIONAL11/09/2026 20:00 WIBKemenHAM: Pembunuhan ASN Langgar Prinsip HAM
-
NASIONAL11/09/2026 17:00 WIBGus Alex Minta Jokowi Dihadirkan, KPK: Lihat Perkembangan