Connect with us

OASE

Ini Pesan Keras Ali bin Abi Thalib Sebelum Meninggal Dunia

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Menjelang detik-detik akhir hayatnya, Khalifah Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu meninggalkan warisan nasihat yang sangat tajam dan relevan hingga hari ini. Bukan urusan harta maupun kekuasaan, pesan terakhir Sang Pintu Ilmu ini menekankan keberanian melawan kedzaliman, keteguhan iman, dan pentingnya menjaga persaudaraan.

Dikisahkan oleh Ahmad Abdul Al Al-Thahthawi dalam 150 Qishah min Hayati Ali ibn Abi Thalib, momen emosional tersebut terjadi saat Ali memanggil dua putra tercintanya, Hasan dan Husein, untuk memberikan pengarahan hidup terakhir.

“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah SWT, dan tidak mengejar kesenangan dunia walaupun ia datang mengejarmu,” tegas Ali dalam nasihatnya.

Tak sebatas ajaran spiritual, Ali menggembleng Hasan dan Husein agar memiliki keberanian moral yang tajam di tengah masyarakat. Ia meminta keturunannya berada di barisan terdepan untuk membela kaum lemah dan mengkonfrontasi para penguasa atau pihak yang sewenang-wenang.

“Berkatalah yang hak, sayangilah anak yatim, tolonglah orang yang kesusahan… jadikanlah diri kalian sebagai musuh para penindas dan penolong bagi orang-orang yang tertindas. Amalkanlah oleh kalian apa yang ada dalam Kitabullah dan janganlah takut celaan dalam membela agama Allah,” lanjutnya.

Selain kepada Hasan dan Husein, Ali memberikan petuah khusus kepada putranya yang lain, Muhammad ibn Al Hanafiyyah, agar senantiasa menghormati kedua kakaknya dan mengutamakan musyawarah. Sebaliknya, Hasan dan Husein juga diminta untuk menjaga Muhammad sebagai saudara kandung seayah.

Menutup wasiatnya, Ali memberikan penekanan mendalam kepada Hasan mengenai syarat mutlak diterimanya ibadah dan pentingnya etika sosial. Menurutnya, kesalehan ritual tidak ada artinya jika tak diimbangi dengan kesalehan sosial.

“Aku wasiatkan kepadamu agar selalu bertakwa, mendirikan shalat, menunaikan zakat… mengampuni kesalahan orang, menahan amarah, menyambungkan kekerabatan, bersikap santun terhadap orang bodoh, meneliti suatu urusan sebelum bertindak, berbuat baik dengan tetangga, dan amar ma’ruf nahi munkar,” pungkas Ali. (Mun)

Continue Reading

TRENDING

Exit mobile version