OASE
Al-Qur’an Memuliakan Perjuangan Seorang Ibu
AKTUALITAS.ID – Keajaiban penciptaan manusia di dalam rahim ibu menyimpan rahasia agung kekuasaan Allah SWT yang takjub sekaligus merendahkan hati siapa saja yang merenunginya. Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW telah lama menggarisbawahi betapa agungnya proses pengorbanan seorang ibu sekaligus keterlibatan mutlak Sang Pencipta dalam membentuk rupa manusia.
Dalam Al-Qur’an, kedudukan seorang ibu diabadikan melalui berbagai ayat mulia, seperti pengorbanan dalam Surah Luqman ayat 14 dan Surah Al-Ahqaf ayat 15 yang menggambarkan betapa beratnya beban seorang ibu saat mengandung dan menyapih buah hatinya dengan penuh kepayahan.
Lebih dari itu, keajaiban biologis dan spiritual berpadu dalam proses pembentukan janin. Kata “rahim” dalam bahasa Arab berakar dari kata “Rahm”, yang seakar dengan nama Allah Ar-Rahman (Maha Penyayang). Kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya bahkan disebut jauh melampaui rasa cinta seorang ibu kepada anaknya.
Fase Penciptaan Manusia dan Tiupan Ruh
Berdasarkan hadis shahih yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, perjalanan hidup seorang manusia dimulai di dalam rahim melalui tiga tahapan utama yang masing-masing berlangsung selama 40 hari:
Nuthfah (setetes mani) selama 40 hari.
‘Alaqah (segumpal darah) selama 40 hari.
Mudhgah (segumpal daging) selama 40 hari.
Setelah melewati fase 120 hari atau genap empat bulan, Allah SWT mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh ke dalam jasad janin tersebut, sekaligus menetapkan empat perkara takdirnya: rezeki, ajal, amal perbuatan, serta apakah ia termasuk golongan yang celaka atau berbahagia.
Para ulama mazhab memiliki pandangan mendalam mengenai hukum aborsi berdasarkan tahapan penciptaan ini. Sebagian besar ulama menegaskan bahwa setelah ruh ditiupkan, janin telah menjadi manusia seutuhnya yang wajib dimuliakan dan diharamkan untuk digugurkan kecuali dalam kondisi darurat medis yang mengancam nyawa ibu.
Misteri Takdir dan Ikhtiar Meraih Husnul Khatimah
Hadis penciptaan di dalam rahim juga mengingatkan manusia bahwa akhir kehidupan seseorang sangat bergantung pada amal penutupnya. Meskipun seseorang tampak beramal dengan amalan ahli surga sepanjang hidupnya, penentuan akhir hayat (suul khatimah atau husnul khatimah) berada sepenuhnya di tangan Allah SWT.
Kendati takdir manusia telah dicatatkan sejak dalam kandungan, Islam tetap mewajibkan hamba-Nya untuk berikhtiar, bekerja, mencari rezeki, serta memohon perlindungan-Nya. Untuk menggapai akhir hayat yang baik (husnul khatimah), umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa memohon keteguhan hati, merutinkan amal ketaatan, menjauhi sifat kemunafikan, serta meninggalkan segala bentuk kemaksiatan yang dapat menjerumuskan pada kebinasaan. (Mun)
-
NASIONAL06/09/2026 06:44 WIBErupsi Anak Krakatau Bikin Bandara Soetta Tutup
-
NASIONAL06/09/2026 09:00 WIBErupsi Anak Krakatau, Tiga Bandara Tutup Darurat Pagi Ini
-
JABODETABEK06/09/2026 08:30 WIBPonsel Rp18 Juta Turis India Hilang Dijambret
-
NUSANTARA06/09/2026 09:30 WIBErupsi Anak Krakatau Bikin Abu Bertebaran di Pandeglang
-
NUSANTARA06/09/2026 07:30 WIBDentuman Anak Krakatau Gegerkan Pandeglang
-
JABODETABEK06/09/2026 07:15 WIBBMKG Deteksi Abu Anak Krakatau di Sebagian Jakarta
-
DUNIA06/09/2026 08:00 WIBTrump Anggap Konflik Iran Cuma Sepele Meski 18 Prajurit Gugur
-
NASIONAL06/09/2026 10:00 WIBDPR: RUU Perampasan Aset Harus Sasar Kejahatan Perbankan