DUNIA
Partai Republik Sendiri Syok! Janji Trump Bikin Bangkrut AS
AKTUALITAS.ID – Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyulut kegemparan politik di Washington. Trump secara terbuka mengumbar janji akan membagikan uang tunai sebesar US$5.000 (sekitar Rp88 juta) kepada setiap warga dewasa jika Partai Republik memenangi pemilu paruh waktu mendatang.
Sontak, manuver ini membuat anggota parlemen AS dari kedua kubu panik dan kelimpungan mengantisipasi dampaknya terhadap perekonomian negara.
Dalam konvensi Partai Republik di Dallas pada Rabu (9/9), Trump mengklaim skema bagi-bagi uang tersebut sebagai dividen kemenangan.
“Jika orang-orang Republik menang, Anda menang bersama kami dan akan mendapat US$5.000,” cetus Trump di hadapan pendukungnya.
Janji manis ini justru menuai skeptisisme tajam dari internal partainya sendiri. Anggota DPR AS asal Texas, Chip Roy, mempertanyakan dari mana anggaran fantastis itu berasal. Pasalnya, skema tersebut diperkirakan menelan dana hingga lebih dari US$1 triliun (sekitar Rp17.000 triliun).
Sikap keras juga dilontarkan Thomas Massie, politikus Republik asal Kentucky.
“Saya tidak tahu pendapat kalian, tapi terus terang saya tersinggung dengan anggapan bahwa suara saya pada November ini dapat dibeli dengan US$5.000,” tegas Massie.
Laporan menyebutkan bahwa ide ini dilontarkan Trump secara mendadak hanya setelah berdiskusi dengan lingkaran kecil penasihat politiknya, tanpa berkonsultasi dengan jajaran pejabat pemerintahannya.
Pakar kebijakan anggaran dari Committee for a Responsible Federal Budget (CRFB), Marc Goldwein, memperingatkan bahwa langkah nekat Trump ini berpotensi membakar ekonomi AS. Dengan estimasi 240 juta warga dewasa, total suntikan dana mencapai US$1,2 triliun—melebihi seluruh total paket bantuan COVID-19.
“Hasilnya adalah lonjakan defisit gila-gilaan dan kenaikan tingkat inflasi secara masif. Ini resep menuju kebangkrutan negara,” tegas Goldwein.
Kubu Partai Demokrat langsung melontarkan serangan tajam. Gubernur California Gavin Newsom menuding Trump berniat membeli suara menggunakan uang dari pajak rakyat sendiri.
Sementara itu, Komite Nasional Demokrat (DNC) mengingatkan publik agar tidak mudah tertipu oleh obral janji yang berulang kali gagal terealisasi.
” Donald Trump kembali menawarkan janji-janji kosong. Satu-satunya orang yang menuai manfaat dari ekonominya adalah dirinya, keluarganya, dan donatur elitnya. Rakyat pekerja hanya mendapat tagihan bahan pokok yang meroket,” sindir Direktur DNC, Kendall Witmer. (Mun)
-
NASIONAL11/09/2026 20:00 WIBKemenHAM: Pembunuhan ASN Langgar Prinsip HAM
-
DUNIA11/09/2026 21:00 WIBAS-Rusia-China Ribut Soal Sanksi Iran di PBB
-
JABODETABEK12/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka 5 Lokasi Sabtu Ini
-
NUSANTARA11/09/2026 20:30 WIBDukung Komunitas Catatan Kilometer Jurnalis, Bupati OKU Siap Kenalkan Wisata di OKU
-
JABODETABEK11/09/2026 22:00 WIBBogor Kerahkan Semua Cara Padamkan Api TPAS Galuga
-
NUSANTARA12/09/2026 07:30 WIB352 Siswa Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG
-
NASIONAL11/09/2026 21:30 WIBPFI Jakarta Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang
-
DUNIA12/09/2026 00:00 WIBAmerika Kocar-kacir, Jet Tempur F-15 AS Hancur Lebur Dihantam Rudal Iran