Connect with us

NASIONAL

Aksi Seribu Lilin, LPI DesakBongkar Otak di Balik Penyadapan Prabowo

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) mendesak kepolisian tidak berhenti pada pengungkapan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Organisasi tersebut meminta penyidik menelusuri seluruh rangkaian perkara hingga tuntas, termasuk mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual atau pihak yang diduga berada di balik layar.

Desakan itu disampaikan melalui aksi nasional bertajuk “Seribu Lilin dan Bunga” yang digelar serentak di sekitar 10 provinsi, Kamis (5/11/2026). Di Jakarta, aksi dipusatkan di depan Markas Besar Polri sebagai bentuk dukungan sekaligus dorongan moral agar proses penyelidikan berjalan transparan dan menyeluruh.

Direktur Eksekutif Nasional LPI, Akhrom Saleh, menilai perkara yang menyangkut dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan isu serius yang harus mendapat perhatian penuh aparat penegak hukum.

“Sejak kemarin malam kami sudah melakukan aksi solidaritas untuk mendukung Polri yang berhasil mengungkap dugaan kejahatan penyadapan terhadap kepala negara. Hari ini kami kembali menggelar aksi nasional serentak di sekitar 10 provinsi untuk mendorong pengungkapan kasus ini secara menyeluruh,” ujar Akhrom di depan Mabes Polri.

Menurutnya, proses hukum harus dilakukan secara profesional dengan menelusuri setiap petunjuk dan barang bukti guna memastikan seluruh fakta dapat terungkap secara terang.

Akhrom menegaskan, tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapapun yang nantinya terbukti melanggar hukum.

“Dukungan kami kepada Polri harus dibuktikan dengan keberanian mengungkap fakta. Jangan sampai ada tebang pilih. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum tanpa memandang pangkat, jabatan, ataupun kedudukan,” tegasnya.

Selain itu, LPI mengingatkan agar penanganan perkara tidak terseret kepentingan politik yang berpotensi mengganggu independensi penyidikan. Menurut mereka, profesionalisme aparat menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

LPI juga menegaskan bahwa dukungan terhadap Presiden Prabowo tidak menghilangkan fungsi kontrol sosial organisasi tersebut terhadap jalannya pemerintahan maupun penegakan hukum.

“Kami meminta aparat penegak hukum tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut tanpa kejelasan. Pengungkapan fakta dan pemeriksaan seluruh bukti sangat diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekadar spekulasi,” lanjut Akhrom.

Sementara itu, perwakilan LPI, Mahardhika, mengatakan aksi Seribu Lilin dan Bunga dilakukan secara serentak di sejumlah daerah sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal proses pengungkapan kasus.

“Hari ini kami melakukan aksi simbolik di sejumlah provinsi untuk mengajak masyarakat ikut mengawal sekaligus mendukung upaya aparat mengusut tuntas dugaan penyadapan terhadap Presiden,” katanya.

Dalam pernyataan sikapnya, LPI menyampaikan lima poin tuntutan, yakni mendukung Presiden dalam menjaga kedaulatan negara, mendukung Polri yang profesional dan berintegritas, mendorong pengusutan menyeluruh dugaan penyadapan, meminta penegakan hukum tanpa tebang pilih, serta menolak segala bentuk intervensi yang dapat mengganggu independensi proses hukum.

Bagi LPI, aksi seribu lilin tersebut bukan sekadar simbol solidaritas. Gerakan itu disebut sebagai bentuk pengawalan publik agar pengusutan dugaan penyadapan berjalan transparan, akuntabel, dan mampu mengungkap seluruh fakta yang terkait dengan perkara tersebut. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version