EKBIS
Kabar Baik Jelang HUT RI! Harga Token Listrik Tak Naik, Ini Rincian Tarif per kWh dari PLN
AKTUALITAS.ID – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menetapkan tarif token listrik untuk periode 13 – 17 Agustus 2025 tetap sama seperti triwulan ini. Keputusan ini sesuai data resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyebut tidak ada perubahan tarif listrik prabayar bagi pelanggan non-subsidi.
Penetapan tarif listrik setiap tiga bulan sekali mengacu pada parameter ekonomi seperti nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA). Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, penyesuaian dilakukan setiap triwulan demi menjaga keseimbangan daya beli masyarakat dan kesehatan keuangan PLN.
Meski parameter ekonomi pada Februari – April 2025 sempat naik, pemerintah memilih untuk menahan tarif demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menjaga daya saing industri. “Triwulan III 2025 diputuskan tarif tetap, sepanjang tidak ditetapkan lain oleh pemerintah,” ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu.
Berikut daftar tarif listrik per kWh pelanggan rumah tangga non-subsidi periode 13 – 17 Agustus 2025:
| Daya Listrik | Golongan | Tarif per kWh |
|---|---|---|
| 900 VA | R-1/TR | Rp 1.352,00 |
| 1.300 VA | R-1/TR | Rp 1.444,70 |
| 2.200 VA | R-1/TR | Rp 1.444,70 |
| 3.500–5.500 VA | R-2/TR | Rp 1.699,53 |
| 6.600 VA ke atas | R-3/TR | Rp 1.699,53 |
Pelanggan prabayar membeli pulsa listrik di awal untuk mendapatkan kode token yang dimasukkan ke meteran. Jumlah kWh yang diterima bergantung pada nominal token, tarif listrik, dan biaya tambahan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 3–10 persen sesuai kebijakan pemerintah daerah.
Contoh perhitungan token listrik Rp 50.000 untuk daya 1.300 VA di Jakarta (PPJ 3%):
PPJ: 3% × Rp 50.000 = Rp 1.500
Nominal bersih: Rp 50.000 – Rp 1.500 = Rp 48.500
KWh yang diperoleh: Rp 48.500 ÷ Rp 1.444,70 = 33,57 kWh
Dengan mengetahui tarif per kWh, pelanggan dapat mengatur konsumsi listrik secara bijak agar pengeluaran tetap terkendali. (Yoke Firmansyah/Mun)
-
POLITIK13/02/2026 18:00 WIBGolkar Ungkap Bahlil Tak Berencana Jadi Cawapres 2029
-
NASIONAL13/02/2026 16:00 WIBPrabowo: Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Hanya 0,0006%
-
POLITIK13/02/2026 17:00 WIBMardiono: PPP Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029
-
RAGAM13/02/2026 18:30 WIBMuhammadiyah dan Pemerintah Berbeda dalam Menetapkan Awal Ramadan
-
NUSANTARA13/02/2026 16:30 WIBKapolrestabes Medan Dalami Kasus Viral Pencuri Diperlakukan Istimewa
-
RAGAM13/02/2026 20:30 WIBPNS Wajib Tahu: Jam Kerja Selama Ramadan 2026
-
NUSANTARA13/02/2026 19:30 WIBGunung Semeru Meletus, Abu Vulkanik Tebal Mengarah ke Utara dan Timur Laut
-
DUNIA13/02/2026 19:00 WIBSinyal Perang di Timur Tengah? Trump Ancam Iran dengan ‘Fase Dua’ yang Menghancurkan