Connect with us

NASIONAL

Wakil Ketua MPR Dorong WFH Demi Penghematan BBM

Aktualitas.id -

Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Rencana pemerintah untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) usai libur Lebaran mendapat dukungan penuh dari parlemen. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional di tengah melonjaknya harga minyak dunia.

Dukungan tersebut salah satunya datang dari Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno. Ia menilai pengurangan mobilitas masyarakat akan berdampak signifikan pada efisiensi energi.

“Tentu kebijakan ini menghemat konsumsi BBM secara nasional karena berkurangnya mobilitas masyarakat, khususnya pekerja,” ungkap Eddy di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Selain bagi pekerja, Eddy juga mengusulkan agar skema serupa dipertimbangkan untuk sektor pendidikan. Menurutnya, jika mobilitas menuju sekolah juga dikurangi, jumlah BBM yang berhasil dihemat secara nasional akan jauh lebih besar.

Meski mendukung penuh penghematan energi, Eddy mengingatkan pemerintah agar roda ekonomi tidak terganggu.

“Roda perekonomian jangan sampai melambat, khususnya sektor industri dan manufaktur yang perlu tetap beroperasi,” tegasnya. Sektor-sektor vital tersebut harus tetap berjalan normal demi menjaga perputaran ekonomi domestik.

Wacana penghematan energi ini pertama kali didorong oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet di Istana Negara pada Jumat (13/3) lalu, sebagai langkah antisipasi krisis energi global.

Merespons arahan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa kebijakan WFH akan mulai diterapkan pasca-Lebaran.

“Kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diimbau pula untuk diterapkan di sektor swasta,” ujar Airlangga, Sabtu (21/3). Ia menegaskan bahwa WFH hanya akan diberlakukan satu hari dalam sepekan.

Saat ini, pemerintah tengah mematangkan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri agar implementasi kebijakan ini berjalan efektif.

Di sisi lain, kebijakan WFH satu hari ini ternyata tidak hanya bermanfaat untuk menghemat BBM, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor lain.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pembatasan WFH hanya sehari seminggu bertujuan untuk menyeimbangkan fleksibilitas kerja dengan produktivitas pegawai. Menariknya, jika WFH ditetapkan pada hari Jumat, hal ini bisa menciptakan efek libur panjang akhir pekan (long weekend).

“Apabila WFH diberlakukan sehari, misalnya pada Jumat, maka akan tercipta rangkaian akhir pekan yang lebih panjang, yakni Jumat-Sabtu-Minggu,” jelas Purbaya.

Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong aktivitas konsumsi rumah tangga sekaligus memberikan stimulus positif bagi sektor pariwisata lokal di akhir pekan. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version