POLITIK
Waspada! Pengamat Intelijen Ungkap Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros
AKTUALITAS.ID – Wacana mengenai adanya tekanan global terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencuat di tengah situasi geopolitik dan ekonomi dunia yang tidak stabil. Isu ini turut dikaitkan dengan nama investor global George Soros.
Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, menyoroti narasi yang berkembang terkait dugaan adanya skenario kekuatan global yang memanfaatkan momentum krisis untuk memengaruhi kondisi politik di Indonesia.
Menurut Amir, pola yang muncul memiliki kemiripan dengan situasi krisis besar yang pernah terjadi pada masa Reformasi 1998, di mana tekanan ekonomi dan sosial berujung pada perubahan politik signifikan.
“Skenario yang dibangun mengarah pada penciptaan kondisi krisis yang dapat membuka ruang perubahan sistem,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam banyak kasus global, perubahan konstitusi sering kali terjadi di tengah kondisi instabilitas politik dan tekanan ekonomi. Dalam konteks Indonesia, hal tersebut dikaitkan dengan wacana amandemen Undang-Undang Dasar 1945 yang disebut-sebut mengarah pada sistem yang lebih liberal.
Amir juga menyoroti kondisi global saat ini yang dinilai penuh ketidakpastian, mulai dari potensi krisis ekonomi, konflik geopolitik, hingga tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Situasi tersebut, menurutnya, dapat berdampak langsung pada stabilitas dalam negeri.
Jika tekanan ekonomi meningkat, lanjut Amir, dampaknya bisa meluas ke sektor sosial dan politik, termasuk penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah serta meningkatnya ketidakpuasan masyarakat.
“Ketika krisis ekonomi terjadi, legitimasi politik juga bisa ikut tergerus. Ini pola yang berulang di berbagai negara,” katanya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti resmi yang mengonfirmasi adanya aliran dana atau skenario tertentu seperti yang disebutkan dalam narasi tersebut. Para pengamat mengingatkan pentingnya menyikapi isu-isu semacam ini secara kritis dan berbasis data.
Pemerintah sendiri diharapkan tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang, guna memastikan kepercayaan publik tetap terjaga. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL28/09/2026 06:00 WIBTelinga Robek Disiksa Senior, Anak Wamen Inisial DAS Diduga Dalang Bullying di ICM
-
NASIONAL28/09/2026 10:00 WIBLapas Cibinong Heboh, DPR Minta Semua Lapas Diperiksa
-
NASIONAL28/09/2026 07:00 WIBPengamat Ingatkan Bahaya Tersembunyi di RUU Perampasan Aset
-
JABODETABEK28/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Mayoritas Cerah Senin
-
JABODETABEK28/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Senin 28 September
-
RAGAM28/09/2026 14:30 WIBGaya Hidup Mewah Anak Buah Qodari Picu Kritik Netizen
-
POLITIK28/09/2026 11:00 WIB8 Parpol Nonparlemen Kompak Usul PT 1 Persen
-
NUSANTARA28/09/2026 07:30 WIBKapal Pinisi Yukai Bawa Turis Terbalik di Labuan Bajo