Connect with us

OASE

Makna Surat Qaf Ayat 16: Allah Lebih Dekat dari Urat Leher Manusia

Aktualitas.id -

Surah Qaf, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Surat Qaf ayat 16 menggambarkan secara tegas kedekatan Allah Subhanahu wa Ta‘ala dengan manusia. Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui setiap bisikan hati manusia dan bahkan lebih dekat daripada urat lehernya.

Allah berfirman dalam Surat Qaf ayat 16:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

Artinya:
“Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)

Profesor M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah Jilid XIII menjelaskan bahwa kata tuwaswisu merujuk pada bisikan hati yang sangat halus dan rahasia. Istilah ini umumnya digunakan untuk menggambarkan bisikan negatif, baik yang bersumber dari hawa nafsu manusia maupun godaan setan. Meski tersembunyi dan tak terucap, Allah dengan ilmu-Nya yang Maha Luas mengetahui seluruh bisikan tersebut, baik yang terjadi saat ini maupun di masa mendatang.

Sementara itu, istilah al-warid sering dipahami sebagai urat leher, simbol kedekatan yang paling intim dengan manusia. Namun, sebagian ulama seperti Ibnu ‘Asyur menafsirkannya sebagai pembuluh darah di jantung, pusat kehidupan manusia. Hal ini semakin menegaskan bahwa kedekatan Allah dengan hamba-Nya bersifat hakiki, bukan sekadar kiasan.

Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah menyatakan bahwa Surah Qaf telah menghimpun prinsip-prinsip dasar iman yang lengkap dan mencukupi. Menurutnya, surah ini tidak membutuhkan pendekatan filsafat atau logika spekulatif, karena telah menjelaskan akidah Islam secara utuh sebagaimana dipahami para sahabat Nabi.

Surah Qaf memuat pokok-pokok keyakinan utama dalam Islam, di antaranya asal mula penciptaan (al-mabda’), kebangkitan dan hari akhir (al-ma‘ad), tauhid, kenabian Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, serta iman kepada malaikat. Surah ini juga menjelaskan pembagian manusia di hari kiamat menjadi dua golongan: golongan yang celaka dan golongan yang beruntung, lengkap dengan ciri-cirinya.

Hal ini menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk paling sempurna bagi manusia. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS. Al-Isra: 9)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun menegaskan keutamaan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup:

“Sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad.” (HR. Muslim)

Selain menguatkan iman dan tauhid, Surah Qaf juga memperkenalkan Allah melalui nama-nama-Nya yang indah, sifat-sifat-Nya yang sempurna, serta perbuatan-Nya yang Maha Bijaksana. Tujuannya agar manusia mengenal, mencintai, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh harap, takut, tawakal, dan ketundukan.

Surat Qaf terdiri dari 45 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Di dalamnya juga dijelaskan tentang dua malaikat pencatat amal, gambaran kebangkitan manusia, anjuran bertasbih dan bertahmid, serta perintah kepada Rasulullah agar tetap tegar dalam menyampaikan peringatan meski menghadapi penolakan.

Sejumlah riwayat juga menyebutkan keutamaan membaca Surah Qaf, di antaranya sebagai sebab kebaikan dan keberkahan, termasuk manfaat bagi kesehatan dan kesuburan tanaman, sebagaimana isyarat ayat-ayatnya yang banyak membahas tentang kehidupan dan tumbuhan.

Dengan kandungan yang begitu lengkap, Surah Qaf menjadi pengingat bahwa Allah selalu dekat dengan hamba-Nya, mengetahui segala yang tersembunyi, dan memberikan petunjuk terbaik bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat. (Mun)

Continue Reading

TRENDING

Exit mobile version