Connect with us

OLAHRAGA

Mapel Sepak Bola Masuk di Semua sekolah di Xinjiang China

Aktualitas.id -

Para anggota tim sepak bola putri U13 Kota Artux bersorak untuk tim mereka selama pertandingan persahabatan, Prefektur Otonomi Kirgiz Kizilsu di wilayah otonomi Xinjiang Uygur, China barat laut, 12 April 2025. (Xinhua/Xu Hongyan)

AKTUALITAS.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, Xinjiang semakin menjadi sumber talenta yang penting bagi sepak bola China. Sejumlah pemain seperti striker Behram Abduweili dan bek Umidjan Yusup telah mendapat panggilan untuk memperkuat tim nasional China.

Daerah Otonom Uighur Xinjiang di China barat laut meluncurkan langkah-langkah baru untuk memperluas program sepak bola di sekolah, dengan menyerukan agar sepak bola dimasukkan ke dalam pelajaran pendidikan jasmani di semua tingkatan.

Menurut dokumen kebijakan yang diterbitkan bersama oleh sejumlah departemen pemerintah, membangun fondasi akar rumput yang kuat akan menjadi prioritas utama. Menurut rencana tersebut, sekolah-sekolah yang berfokus pada sepak bola, yang menjadikan sepak bola sebagai prioritas dalam program pendidikan jasmaninya, diharapkan mengalokasikan sedikitnya sepertiga dari total jam pelajaran pendidikan jasmani untuk sepak bola.

Dokumen itu juga menyerukan untuk membangun saluran talenta yang komprehensif, termasuk jalur berkesinambungan yang menghubungkan berbagai jenjang pendidikan, serta pelatihan terpadu di seluruh sekolah kejuruan, universitas, akademi sepak bola, dan klub profesional.

Xinjiang sejak lama dikenal memiliki budaya sepak bola yang kuat. Hingga 2024, daerah ini memiliki 4.595 lapangan sepak bola, menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah lapangan bola per kapita tertinggi di China.

Di seluruh Xinjiang, liga sepak bola kampus akan terus digelar, bersamaan dengan perluasan kompetisi akhir pekan, guna mendorong partisipasi rutin dan memperluas jangkauan olahraga ini di kalangan pelajar.

Untuk mengatasi kekurangan pelatih di tingkat akar rumput yang sudah berlangsung lama, pemerintah memutuskan meningkatkan pelatihan, rekrutmen, dan kesejahteraan pelatih sepak bola, sekaligus memperluas program universitas serta mendorong para profesional yang telah pensiun untuk mengajar.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING

Exit mobile version