Berita
Pilkada Depok, Mantan Kader PKS Soroti Angka Pengangguran
AKTUALITAS.ID – Jelang Pilkada Depok, berbagai strategi dilakukan untuk menggalang dukungan publik. Salah satunya yang dilakukan tokoh muda sekaligus pengusaha Bayu Adi Permana yang digadang-gadang bakal maju dalam persaingan memperebutkan kursi Wali Kota Depok. Bayu yang juga Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Depok itu menyoroti masalah pengganguran. Menurutnya, pengangguran masih jadi persoalan utama di […]
AKTUALITAS.ID – Jelang Pilkada Depok, berbagai strategi dilakukan untuk menggalang dukungan publik. Salah satunya yang dilakukan tokoh muda sekaligus pengusaha Bayu Adi Permana yang digadang-gadang bakal maju dalam persaingan memperebutkan kursi Wali Kota Depok.
Bayu yang juga Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Depok itu menyoroti masalah pengganguran. Menurutnya, pengangguran masih jadi persoalan utama di wilayah penyangga Jakarta tersebut.
Dia bilang dari data Dinas Ketenagakerjaan atau Disnaker Depok, pada 2017 setidaknya ada sekitar 70.380 warga menganggur. Dari jumlah itu, 43 persen atau 31 ribu orang adalah lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) atau setingkatnya.
Pun, sejak 2017 hingga akhir September 2019, sekitar 7000 orang disebut sudah mendapat pekerjaan. Bagi dia, kondisi ini masih memprihatinkan karena Depok dengan kondisi serta lokasinya punya prospek sebagai kota niaga dan jasa. Hal ini sesuai visi Depok yang dicanangkan Pemkot Depok.
Terkait itu, eks politikus PKS itu menilai perhelatan bursa kerja yang digelar Pemerintah Kota Depok seharusnya ada pembaharuan. Kata dia, pembaharuan ini seperti membuat pelatihan kompetensi yang berbasis teknologi.
“Butuh pelatihan skill secara berkesinambungan. Konsisten, terarah, dan terintegrasi,” kata Bayu, dalam keterangannya, Jumat, (28/2/2020).
Maka itu, menurutnya persoalan pengangguran ini perlu ada inovasi dari kebijakan serta eksekusi dari Pemerintah Kota Depok. Ia bilang saat ini sedang menginisiasi program ‘Generasi Ogah Nganggur’.
“Program ini berbasis pemberdayaan terhadap generasi muda milenial, terutama para pelajar SMK/SLTA atau yang baru saja lulus dari SLTA,” jelas Bayu.
Menurutnya, dalam program nanti punya konsep pelatihan yang rutin. Pembekalan materi disesuaikan dengan kebutuhan pasar seperti contoh digital marketing.
Untuk mendukung program ini, Bayu punya terobosan dengan menggandeng banyak komunitas industri kreatif Depok. Salah satu yang dirangkul komunitas Code Margonda. Selain itu, sejumlah perusahaan juga dilibatkan dalam program ini.
“Untuk tahap awal 1000 peserta. Mereka akan kami berikan materi-materi yang aplikatif, sesuai dengan kebutuhan pasar,” tutur dia.
-
NASIONAL27/06/2026 10:00 WIBKPK Bongkar Dugaan Mafia Proyek Kemenhub
-
EKBIS27/06/2026 11:30 WIBEkonom: Operator Seluler Manipulasi Kuota Internet
-
POLITIK27/06/2026 17:30 WIBKunjungan Jokowi ke Lampung Diwarnai Penolakan, Baliho Dicopot hingga Muncul Seruan Demonstrasi
-
POLITIK27/06/2026 07:00 WIBGerindra Tegaskan Belum Bicara Prabowo-Gibran 2 Periode
-
PAPUA TENGAH27/06/2026 16:30 WIBEmpat Nelayan Hilang di Perairan Atuka, SAR Timika Lakukan Pencarian Intensif
-
NUSANTARA27/06/2026 12:30 WIBTeror Gajah Liar Berujung Maut di Lampung Barat
-
NASIONAL27/06/2026 13:00 WIBKematian Peserta SPPI Bertambah Jadi 5 Orang
-
NASIONAL27/06/2026 14:00 WIBPerlawanan Mahasiswa Melawan Tembok Kekuasaan Orde Baru

















