Berita
Update Corona di Jakarta 9 Mei: 4.958 Positif, 767 Sembuh dan 437 Meninggal
AKTUALITAS.ID – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti memaparkan, jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 4.958 orang. Jumlah ini meningkat 57 pasien dari sebelumnya, yakni 4.901 pasien. “Total 4.958 kasus positif dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 437 orang, dan sebanyak 767 orang dinyatakan telah sembuh,” ujar Widyastuti dalam keterangannya, Sabtu […]
AKTUALITAS.ID – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti memaparkan, jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 4.958 orang. Jumlah ini meningkat 57 pasien dari sebelumnya, yakni 4.901 pasien.
“Total 4.958 kasus positif dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 437 orang, dan sebanyak 767 orang dinyatakan telah sembuh,” ujar Widyastuti dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2020).
Dia menyebut, ada 2.312 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan 1.442 orang melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing.
Widyastuti mengatakan, secara kumulatif, pemeriksaan PCR yang telah dilakukan di DKI Jakarta sampai dengan 8 Mei 2020 sebanyak 78.579 sampel. Sedangkan, tes PCR pada 8 Mei 2020 dilakukan pada 1.091 orang.
“Sebanyak 472 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 57 positif dan 415 negatif,” kata dia.
Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 1.750 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 7.799 orang dengan rincian 7.551 sudah selesai dipantau dan 248 masih dipantau.
“Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 6.355 orang dengan rincian 5.282 sudah pulang dari perawatan dan 1.073 masih dirawat,” kata dia.
Sedangkan untuk pemeriksaan melalui metode rapid test, sebanyak 84.824 orang telah mengikutinya. Hasilnya 3.358 orang dinyatakan reaktif. Sementara 81.466 orang lainnya dinyatakan negatif.
“Untuk rapid test masih terus berlangsung di 6 wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP),” kata dia.
Sebelumnya, Widyastuti menyatakan sasaran dan prioritas rapid test yakni mereka yang berisiko tinggi menularkan ataupun tertular. Misalnya tenaga medis, orang-orang yang memiliki riwayat kontak fisik dengan kasus PDP hingga ODP.
Apabila hasil tes tersebut reaktif, langkah selanjutnya yakni dilakukan pengambilan tes swab, isolasi mandiri, atau dirujuk ke shelter sesuai kriteria keparahan selama menunggu hasil polymerase chain reaction (PCR). Bila kondisi memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit.
Kemudian bila hasilnya negatif, pasien diinformasikan untuk isolasi mandiri selama 14 hari. Bila kondisi memburuk, dirujuk ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan PCR atau memeriksa ulang rapid test sebanyak satu kali pada hari ke 7-10 setelah tes awal.
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 17:45 WIBPenembakan di Grasberg Tewaskan Karyawan, PTFI Sampaikan Duka Mendalam
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 20:28 WIBKronologi Penembakan di Grasberg Freeport Indonesia
-
FOTO12/03/2026 04:07 WIBFOTO: Diskusi Bawaslu dan KPPDem Jelang Berbuka Puasa
-
NASIONAL12/03/2026 00:03 WIBPasok Pakan-Energi Etanol, Mentan dan Polri Perkuat Produksi Jagung
-
OLAHRAGA11/03/2026 20:00 WIB19 Bulan Absen, Mantan Juara UFC Ngannou Kembali ke Arena MMA
-
DUNIA11/03/2026 22:30 WIBPerang AS-Israel dan Iran Diperkirakan akan Terus Berlanjut
-
POLITIK11/03/2026 19:30 WIBPT 5 Persen Dengan Kombinasi Factional Threshold Diusulkan Golkar
-
NASIONAL11/03/2026 18:00 WIB89.228 Personel Polisi Dikerahkan Dalam Operasi Ketupat 2026