Berita
Kamboja Pastikan China Tak Punya Akses Eksklusif ke Pangkalan
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memastikan China tidak akan memiliki akses eksklusif ke pangkalan angkatan laut mereka meskipun Beijing ikut menyumbang untuk perbaikan fasilitas tersebut. Menurut Sen, negara lain juga dapat melakukan hal yang sama. “Negara lain juga dapat meminta izin untuk merapatkan kapal, mengisi bahan bakar, atau mengadakan latihan (bersama) dengan Kamboja,” kata Hun […]
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memastikan China tidak akan memiliki akses eksklusif ke pangkalan angkatan laut mereka meskipun Beijing ikut menyumbang untuk perbaikan fasilitas tersebut.
Menurut Sen, negara lain juga dapat melakukan hal yang sama.
“Negara lain juga dapat meminta izin untuk merapatkan kapal, mengisi bahan bakar, atau mengadakan latihan (bersama) dengan Kamboja,” kata Hun Sen dalam pidato pada upacara pembukaan taman hiburan milik China di dekat ibu kota Phnom Penh, Selasa (6/10).
Melansir AFP, Pangkalan Ream berada strategis di Teluk Thailand. Pangkalan itu menyediakan akses siap pakai ke Laut China Selatan yang sedang diperebutkan karena menjadi rute lalu lintas utama global.
Pekan lalu, gambar satelit yang dirilis lembaga think thank berbasis di Washington menunjukkan markas besar angkatan laut taktis di pantai selatan Kamboja yang didanai Amerika Serikat telah dihancurkan.
Menanggapi penghancuran tersebut, pada Rabu, seorang juru bicara kedutaan AS mengatakan kepada AFP bahwa AS “kecewa” dengan langkah itu. Menurut dia, pangkalan itu menjadi tanda hubungan baik antara AS-Kamboja dan baru berusia tujuh tahun.
“Kami memiliki kekhawatiran bahwa penghancuran fasilitas tersebut mungkin terkait dengan rencana untuk menampung aset dan personel Republik Rakyat China di Pangkalan Angkatan Laut Ream,” ujarnya.
Dia menambahkan kehadiran militer seperti itu “akan berdampak negatif pada hubungan bilateral AS-Kamboja dan mengganggu kestabilan kawasan Indo-Pasifik.
Tahun lalu, The Wall Street Journal melaporkan tentang rancangan kesepakatan rahasia yang memungkinkan China untuk merapatkan kapal perang di pangkalan Ream.
Tapi pada Juni, pemerintah Kamboja menyangkal laporan itu dan menyatakan tetap mempertahankan kebijakan luar negerinya yang independen.
Kamboja mengatakan fasilitas itu hanya dipindahkan sekitar 30 kilometer ke utara Ream. Hun Sen berulang kali bersikeras bahwa konstitusi Kamboja melarang pangkalan militer asing di dalam perbatasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Hun Sen diketahui menjauh dari AS setelah Washington mengkritiknya atas dugaan pelanggaran oleh pemerintahnya.
-
RILEKS04/04/2026 15:45 WIBLogika Jaksa, Kreativitas Amsal Sitepu Harus Pakai Tenaga Dalam
-
RAGAM04/04/2026 15:30 WIBIni Peringatan Keras Ramalan Zodiak 4 April 2026
-
PAPUA TENGAH04/04/2026 19:00 WIBSinergi Lintas Sektoral Amankan Prosesi Jumat Agung di Mimika
-
NASIONAL04/04/2026 22:30 WIB143.948 Siswa Bersaing Ketat di SPAN-PTKIN
-
JABODETABEK04/04/2026 17:30 WIBMacan Tutul Masuk Permukiman Warga, Berhasil Dievakuasi
-
NUSANTARA04/04/2026 18:00 WIBPolda Jambi Sanksi Demosi 1 Perwira, Usai Kaburnya Kurir Sabu 58 Kg
-
NASIONAL04/04/2026 14:00 WIBEddy Soeparno: Saatnya Anak Muda Pimpin Revolusi Energi Terbarukan
-
POLITIK05/04/2026 06:00 WIBPakar Militer: Isu Presiden Antikritik Picu Ancaman Gerakan “No King”

















