Berita
Hasil Analisa BMKG: Hujan Lebat Penyebab Banjir-Longsor di Manado
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan analisa penyebab banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara karena hujan lebat. Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle mengatakan jika hasil analisis BMKG mengungkap hujan lebat menjadi penyebab banjir dan longsor di daerah tersebut. “Analisis […]
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan analisa penyebab banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara karena hujan lebat.
Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle mengatakan jika hasil analisis BMKG mengungkap hujan lebat menjadi penyebab banjir dan longsor di daerah tersebut.
“Analisis sementara, berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini adanya pusat tekanan rendan (1008 hPa) di Laut China Selatan dan pusat tekanan rendah LPA (998 hPa) di Laut Timur,” ujar Ben.
Kondisi tersebut membentuk sirkulasi siklonal menyebabkan pola gradien angin di Sulut yaitu konvergensi massa udara/pertemuan massa udara di wilayah ini.
Massa udara yang bertemu di Sulut merupakan massa udara basah yang terbawa dari Samudera Pasifik sebelah barat.
Teridentifikasi labilitas atmosfer (pengamatan udara atas) pada jam 00 UTC memiliki indeks-indeks labilitas yang kuat dan memiliki energi besar untuk mendukung terjadinya pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) di wilayah Sulut khususnya Kota Manado dan sekitarnya.
Mengutip Antara, Ben menerangkan jika kelembaban udara di lapisan 850mb = 80 persen, 700mb = 80 persen dan 500 mb = 100 persen yang menunjukkan kelembapan udara dari lapisan bawah hingga lapisan atas sangat basah sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan CB di provinsi yang memiliki 15 kabupaten dan kota itu.
“Kondisiatmosfer demikian mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dalam durasi waktu yang lama,
BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hilang lebat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Kabupaten Minahasa (seluruh wilayah), Kabupaten Bolaang Mongondow (bagian utara), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (bagian timur).
Kondisi ini dapat meluas ke wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro (seluruh wilayah), Kabupaten Kepulauan Talaud (bagian selatan dan timur, Kabupaten Minahasa Utara (bagian selatan), Kota Bitung (bagian selatan), Kota Tomohon (seluruh wilayah) hingga 23 Januari 2021 pukul 01:35 WITA.
Sebelumnya Kepala BPBD Manado, Donald Sambuaga mengatakan jika air naik dengan ketinggian beragam, mulai dari 45 cm di sebagian wilayah Manado.
“Air sudah naik di sebagian wilayah Manado, dengan ketinggian bervariasi mulai dari 45 cm sampai 60 cm,” ujar Donald.
Sejumlah daerah yang diterjang banjir hingga ketinggian 60 cm terjadi di Sario Tumpaan,Tikala,Bitung Karangria, Winangun, Ranotana, Karombasan, Bumi Nyiur, Banjer, Paal Dua hingga lampu merah depan pintu masuk tol. Sementara di jalan lingkar Manado pun air naik sampai lebih dari 50 cm.
(Antara)
-
NASIONAL13/03/2026 21:43 WIBWakil Koordinator KontraS Disiram Air Keras di Jakarta Pusat
-
FOTO13/03/2026 15:20 WIBFOTO: Media Gathering dan Buka Puasa Dewan Nasional KEK
-
NASIONAL13/03/2026 22:30 WIBKontraS Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
-
JABODETABEK13/03/2026 13:30 WIBPelaku Pembacokan Pria di Cilincing Berhasil Ditangkap
-
DUNIA13/03/2026 12:00 WIBDK PBB Minta Iran Stop Serangan ke Negara-negara Teluk
-
NASIONAL13/03/2026 14:30 WIBSidang Kabinet Paripurna Soal Lebaran Digelar Presiden Prabowo Sore ini
-
OLAHRAGA13/03/2026 13:00 WIBGT World Challenge Asia Digelar di Mandalika
-
RAGAM13/03/2026 14:00 WIBFenomena Lonjakan Paket Jelang Lebaran