OTOTEK
Siap Tandingi Ferrari dan McLaren, BYD Berencana Gabung di Formula 1
AKTUALITAS.ID – Jika BYD benar-benar bergabung dengan F1, mereka akan menjadi pendatang baru dalam waktu yang relatif singkat, setelah tim yang didukung oleh General Motors, yaitu Cadillac, yang melakukan debut pada 8 Maret 2026.
Perusahaan kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, sedang melakukan pembicaraan untuk bergabung dengan Formula 1 guna bersaing dengan tim legendaris seperti Ferrari dan McLaren.
Raksasa kendaraan listrik dan baterai ini ingin meningkatkan kesadaran mereknya di seluruh dunia seiring dengan ekspansi penjualan globalnya.
BYD menghentikan produksi mobil yang hanya menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) pada Maret 2022, dan kini hanya berfokus pada BEV (kendaraan listrik berbasis baterai) serta PHEV (kendaraan hybrid plug-in), seperti yang dilaporkan laman Carnewschina pada Kamis (10/3/2026) waktu setempat.
Mobil F1 telah menggunakan sistem penggerak hybrid selama lebih dari satu dekade. Pada musim 2026, Formula 1 memperkenalkan perubahan besar pada aturan unit tenaga (power unit), yang secara signifikan meningkatkan peran tenaga listrik, sehingga F1 kini pada dasarnya sekitar 50 persen menggunakan teknologi kendaraan listrik.
Komponen MGU-K (Motor Generator Unit – Kinetic) sekarang mampu menghasilkan hingga 350 kW tenaga ke roda belakang, hampir tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya yang hanya 120 kW.
Artinya, sekitar setengah dari total tenaga mobil kini berasal dari motor listrik. Motor listrik ini dipasangkan dengan mesin V6 turbocharged 1,6 liter berbasis mesin pembakaran internal.
BYD kemungkinan akan menggunakan sebagian teknologi dari merek kelas atas mereka, Yangwang, untuk program F1 tersebut. Merek Yangwang diluncurkan pada Januari 2023 dan diposisikan di atas lini produk utama serta premium milik BYD.
Mobil paling bertenaga dari merek ini adalah Yangwang U9, yang menggunakan platform e⁴ milik BYD. Mobil ini memiliki empat motor listrik independen, menghasilkan sekitar 960 kW (1.287 hp), dan mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam sekitar 2,3 detik. Versi Extreme-nya bahkan disebut memiliki tenaga 3.000 horsepower.
Belum jelas apakah BYD akan bergabung sebagai tim ke-12 di F1 atau membeli salah satu tim yang sudah ada. Beberapa laporan menyebut kemungkinan terkait tim Alpine F1 Team yang dimiliki oleh Renault.
Selain itu, BYD juga dilaporkan mengincar ajang balap lain, yaitu FIA World Endurance Championship. Mereka bukan satu-satunya merek Tiongkok yang ingin lebih terlibat dalam dunia motorsport.
Chery dikabarkan mempertimbangkan untuk ikut serta di balapan 24 Hours of Le Mans, sementara produsen kendaraan listrik Nio telah menjadi peserta di Formula E selama lebih dari satu dekade.
(Ari Wibowo/goeh)
-
FOTO28/04/2026 16:02 WIBFOTO: Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi
-
POLITIK28/04/2026 11:00 WIBNasDem: Masa Jabatan Ketum Parpol Hak Internal
-
FOTO28/04/2026 12:43 WIBFOTO: 120 Jamaah Haji Asal Mimika Diberangkatkan Menuju Mekkah
-
OLAHRAGA28/04/2026 16:30 WIBJadi Juara Grup D, Indonesia Wajib Menang Lawan Prancis
-
POLITIK28/04/2026 14:00 WIBBawaslu Siapkan ‘Tameng’ LPSK untuk Lindungi Saksi dan Informan
-
PAPUA TENGAH28/04/2026 16:00 WIBKoops TNI Habema Lakukan Tindakan Terhadap Tokoh Penting OPM Jeki Murib
-
EKBIS28/04/2026 10:00 WIBEkonom Sebut Swasembada Beras Tak Sesederhana Itu
-
RAGAM28/04/2026 18:30 WIB“Dilan ITB 1997” Akan Ditayangkan di KlikFilm