Connect with us

NUSANTARA

Ngeri! Api Nyaris Lahap Permukiman di Kubu Raya

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan. Setelah berlangsung selama 12 hari, kobaran api kini dilaporkan hanya berjarak sekitar 1,5 meter dari permukiman warga di belakang Komplek Arwana Indah, Kecamatan Sungai Raya.

Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya memfokuskan seluruh upaya pemadaman untuk melindungi rumah-rumah penduduk agar tidak ikut dilalap api.

“Kami punya kewajiban mengamankan rumah penduduk karena api tadi sudah mengancam permukiman dengan jarak sekitar satu setengah meter. Itu yang menjadi prioritas kami,” kata Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana BPBD Kubu Raya, Sulistiono, Kamis (6/8/2026).

Menurut Sulistiono, api kembali muncul di lokasi yang sebelumnya sempat dinyatakan padam. Kondisi lahan gambut yang masih menyimpan bara membuat petugas harus berulang kali melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran meluas ke kawasan permukiman.

BPBD memperkirakan luas lahan yang terbakar di belakang Komplek Arwana Indah telah melebihi 10 hektare, dan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pemadaman belum sepenuhnya berhasil mengendalikan seluruh titik api.

Selain mengancam permukiman, lokasi kebakaran juga menjadi perhatian serius karena hanya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari Bandara Supadio. Asap pekat yang dihasilkan dikhawatirkan dapat mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan apabila kondisi memburuk.

Tidak hanya kawasan Arwana Indah, titik kebakaran lain juga terpantau di sekitar SMP Negeri 12 dan SD Negeri 5 di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut juga dinilai cukup besar sehingga membutuhkan penanganan intensif.

Upaya pemadaman menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Karena itu, BPBD mengerahkan kerja sama lintas instansi bersama Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Satpol PP, relawan pemadam kebakaran, serta berbagai unsur penanggulangan karhutla lainnya.

“Dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, kami berharap kebakaran ini segera dapat dikendalikan,” ujar Sulistiono.

Di tengah operasi pemadaman yang terus berlangsung, kondisi personel di lapangan mulai menjadi perhatian. Setelah hampir satu bulan berjibaku menangani karhutla di berbagai lokasi, banyak petugas mengalami kelelahan akibat paparan asap, suhu tinggi, dan beban kerja yang terus meningkat.

Bahkan, beberapa anggota BPBD dan relawan dilaporkan harus mendapatkan perawatan karena kondisi fisik yang menurun selama bertugas.

Sulistiono mengapresiasi bantuan obat-obatan dan vitamin dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang dinilai membantu menjaga stamina para petugas di lapangan.

BPBD berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat, mulai dari penyediaan logistik, peralatan pemadaman, hingga layanan kesehatan bagi personel. Langkah tersebut dinilai penting agar upaya pengendalian karhutla dapat berlangsung optimal sepanjang musim kemarau yang masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di berbagai wilayah Kalimantan Barat. (Ahmad/Mun)

TRENDING

Exit mobile version