Connect with us

OASE

Rahasia Anak Perempuan yang Jarang Diketahui Umat Islam

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta ai

AKTUALITAS.ID – Islam datang membawa perubahan besar terhadap cara pandang manusia terhadap perempuan. Jika pada masa jahiliyah kelahiran anak perempuan dianggap sebagai aib hingga sebagian bayi dikubur hidup-hidup, Al-Qur’an justru mengangkat derajat mereka sebagai anugerah Allah yang wajib dimuliakan, dilindungi, dan dipenuhi hak-haknya.

Pesan Al-Qur’an tersebut menjadi bantahan tegas terhadap anggapan bahwa anak perempuan adalah beban keluarga atau pembawa kesialan. Sebaliknya, Islam menegaskan bahwa setiap anak, baik laki-laki maupun perempuan, merupakan hibah dari Allah SWT yang wajib disyukuri.

Allah SWT berfirman dalam Surah Asy-Syura ayat 49-50:

“Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.”

Menariknya, dalam ayat tersebut Allah lebih dahulu menyebut anak perempuan sebelum anak laki-laki.

Isyarat Kebaikan, Bukan Kepastian Hukum

Sebagian ulama memandang urutan penyebutan tersebut mengandung hikmah. Dalam Tafsir Al-Qurthubi diriwayatkan pendapat sahabat Watsilah bin Al-Asqa’ bahwa termasuk keberkahan seorang wanita adalah apabila anak pertamanya perempuan.

Namun para ulama juga menegaskan bahwa hadis yang secara langsung menyatakan “anak pertama perempuan adalah keberkahan” dengan sanad sampai kepada Nabi Muhammad SAW berstatus dhaif. Karena itu, pendapat tersebut dipahami sebagai tafsir atau hikmah yang dikemukakan sebagian ulama, bukan sebagai ketetapan agama yang pasti.

Yang menjadi prinsip utama adalah bahwa setiap anak merupakan karunia Allah, sehingga manusia tidak memiliki alasan untuk merasa lebih mulia karena dikaruniai anak laki-laki ataupun merasa kecewa ketika memperoleh anak perempuan.

Al-Qur’an Kecam Orang yang Membenci Anak Perempuan

Islam secara tegas menghapus tradisi jahiliyah yang merendahkan perempuan.

Allah menggambarkan bagaimana orang-orang musyrik pada masa itu merasa malu ketika mendapat kabar kelahiran anak perempuan.

“Apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah mukanya dan dia sangat marah…” (QS. An-Nahl: 58-59).

Ayat tersebut bahkan mengungkap kebiasaan keji sebagian masyarakat Arab sebelum Islam yang mengubur bayi perempuan hidup-hidup. Perbuatan itu kemudian dilarang keras, dan Al-Qur’an menegaskan bahwa bayi perempuan yang dibunuh akan dimintai kesaksian pada Hari Kiamat sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Takwir ayat 8-9.

Hak Anak Perempuan Dijamin Al-Qur’an

Tidak berhenti pada penghapusan diskriminasi, Islam juga memberikan hak-hak yang jelas kepada anak perempuan.

Al-Qur’an menetapkan hak waris bagi anak perempuan dalam Surah An-Nisa ayat 11. Selain itu, mereka berhak memperoleh pendidikan, kasih sayang, perlindungan, dan perlakuan yang adil tanpa membedakan jenis kelamin.

Didik Anak Perempuan, Balasannya Surga

Keutamaan memuliakan anak perempuan juga ditegaskan dalam hadis-hadis sahih.

Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang merawat dan berbuat baik kepada anak-anak perempuannya akan mendapatkan perlindungan dari api neraka.

Dalam hadis sahih Muslim lainnya, Rasulullah SAW mengisahkan seorang ibu miskin yang rela membagi seluruh makanan yang dimilikinya kepada kedua anak perempuannya. Atas kasih sayang itu, Allah menjanjikan surga baginya.

Hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslim menyebutkan bahwa orang yang membesarkan dua anak perempuan hingga dewasa akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam kedudukan yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW.

Pesan Islam Tetap Relevan

Para ulama menjelaskan bahwa penekanan terhadap kemuliaan anak perempuan bertujuan membangun optimisme dan menghapus cara berpikir jahiliyah yang menganggap kelahiran anak perempuan sebagai musibah.

Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seorang anak tidak ditentukan oleh jenis kelaminnya, melainkan oleh ketakwaan dan amal salehnya.

Karena itu, kehadiran anak perempuan bukanlah alasan untuk kecewa. Sebaliknya, ia merupakan amanah sekaligus karunia Allah SWT yang harus disambut dengan rasa syukur, dididik dengan kasih sayang, dan dipenuhi seluruh haknya sebagaimana diajarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version