Connect with us

OASE

Rahasia Tidur dalam Al-Qur’an yang Jarang Disadari Umat Islam

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Banyak orang menganggap tidur hanya sebagai rutinitas harian untuk melepas lelah. Padahal dalam pandangan Islam, tidur memiliki makna yang jauh lebih dalam. Al-Qur’an menyebut tidur sebagai rahmat Allah, sarana pemulihan tubuh, sekaligus pengingat akan kekuasaan-Nya atas kehidupan manusia.

Pengalaman sederhana sering kali mengingatkan manusia akan pentingnya istirahat. Seseorang yang beraktivitas sejak sepertiga malam untuk menunaikan salat tahajud, kemudian menjalani berbagai kegiatan hingga mengikuti webinar tanpa jeda, dapat saja tertidur beberapa menit karena kelelahan. Meskipun singkat, tidur seperti itu sering membuat tubuh kembali segar.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki batas kemampuan. Ketika kurang istirahat, otak dan organ tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri.

Al-Qur’an telah menjelaskan fungsi tidur dalam firman Allah:

“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. An-Naba’: 9)

Ayat ini menegaskan bahwa tidur merupakan bagian dari nikmat Allah yang berfungsi menghilangkan kelelahan dan memulihkan kekuatan manusia.

Hal senada juga dijelaskan dalam QS. Al-Furqan ayat 47, yang menyebut malam sebagai waktu beristirahat dan tidur sebagai bentuk rahmat bagi manusia.

Tidur Disebut “Kematian Kecil”

Salah satu penjelasan paling mendalam terdapat dalam QS. Az-Zumar ayat 42, ketika Allah menerangkan bahwa Dia memegang jiwa manusia saat tidur dan mengembalikannya kepada mereka yang belum ditetapkan ajalnya.

Karena itu, banyak ulama menyebut tidur sebagai “kematian kecil”, yakni keadaan ketika manusia tidak sepenuhnya menguasai dirinya dan seluruh kehidupannya tetap berada dalam kekuasaan Allah SWT.

Kesadaran inilah yang menjadi alasan mengapa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa sebelum tidur dan bersyukur ketika bangun.

Doa yang diajarkan Nabi SAW berbunyi:

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nyalah kami akan dikumpulkan.”

Sains Menguatkan Pentingnya Tidur

Temuan ilmu pengetahuan modern juga menunjukkan pentingnya tidur. Peneliti tidur John Peever, Direktur Laboratorium Biologi Sistem Saraf di Universitas Toronto, menjelaskan bahwa tidur berperan dalam proses pemulihan fungsi otak, membantu konsolidasi memori, serta mendukung kemampuan belajar dan daya ingat.

Meski demikian, kualitas tidur dinilai lebih penting daripada sekadar lamanya waktu tidur. Tidur yang cukup tetapi tidak berkualitas tetap dapat membuat seseorang merasa lelah ketika bangun.

Islam Mengajarkan Keseimbangan

Islam juga mengajarkan agar umatnya tidak berlebihan dalam tidur maupun menguranginya secara ekstrem.

Tidur berlebihan dapat mengurangi produktivitas, sedangkan kurang tidur berpotensi mengganggu kesehatan fisik maupun konsentrasi.

Di sisi lain, Rasulullah SAW mencontohkan pola hidup yang seimbang: tidur pada awal malam, bangun pada sepertiga malam untuk beribadah, lalu memulai aktivitas pada pagi hari.

Al-Qur’an juga menggambarkan kehidupan orang-orang bertakwa:

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 17–18)

Sementara dalam QS. Ar-Rum ayat 23, Allah menyebut tidur pada malam maupun siang sebagai salah satu tanda kebesaran-Nya yang patut direnungkan.

Refleksi

Tidur dalam Islam bukan sekadar kebutuhan biologis, tetapi juga bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar, mengikuti adab yang diajarkan Rasulullah SAW, dan tidak melalaikan kewajiban.

Karena itu, pertanyaan yang layak direnungkan bukan hanya “Sudah berapa jam kita tidur?”, melainkan “Apakah pola tidur kita sudah sesuai dengan tuntunan agama dan menjaga amanah kesehatan yang Allah titipkan?” (Mun)

TRENDING

Exit mobile version