OASE
QS Al-Maidah & Al-Jumu’ah Tegaskan Seruan Adzan
AKTUALITAS.ID – Adzan bukan sekadar suara dari toa masjid. Ia adalah ajaran agung, pengumuman langit yang namanya langsung termaktub dalam Al-Quran.
Secara bahasa, adzan berarti mengumumkan sesuatu. Allah SWT sendiri menggunakan kata adzan untuk menyampaikan firman-Nya.
“Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama.” (QS Al-Anbiyaa: 109)
“Dan (inilah) suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya.” (QS At-Taubah: 3). Pemakluman itu diambil dari kata adzan.
Ada dua ayat yang secara langsung mengisyaratkan seruan adzan:
1. QS Al-Maidah Ayat 58 – Panggilan Shalat Secara Umum
وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ
“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.”
Kata nadaitum oleh ahli tafsir diartikan sebagai seruan adzan.
Ayat ini punya kisah menggetarkan. Diriwayatkan Ibnu Jarir dari as-Suddi, ada seorang Nasrani di Madinah yang setiap mendengar Asyhadu anna Muhammad Rasulullah, ia berkata, “haraqa al-Kadzdzab” (semoga terbakar si pembohong). Suatu malam, pembantunya membawa api, butiran api jatuh, rumahnya terbakar habis bersama dirinya dan keluarganya saat tidur. Ejekan terhadap adzan dibalas langsung.
2. QS Al-Jumuah Ayat 9 – Adzan Jumat
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila seruan untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.”
Kata nudiya merujuk spesifik pada adzan Jumat.
Lalu apa hukum adzan? Fardhu Kifayah. Dasarnya hadis Rasulullah SAW: “Jika telah tiba waktu shalat, hendaklah salah seorang di antara kalian mengumandangkan adzan untuk kalian, dan hendaklah orang yang paling tua di antara kalian yang menjadi imam.” (HR Bukhari).
Kata “salah seorang” menjadi dasar fardhu kifayah. Jika satu kampung sudah ada yang adzan, gugur kewajiban yang lain. Tapi justru itu yang membuat umat harus berlomba jadi muadzin.
Kenapa harus rebutan?
Karena Allah memuji muadzin sebagai manusia dengan perkataan terbaik: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS Fushshilat: 33).
Rasulullah SAW menyebut muadzin adalah kepercayaan umat, sedang imam adalah penanggung jawab shalat. Rasulullah mendoakan khusus agar muadzin diberi ampunan.
Dalam hadis Abu Dawud, Allah menyaksikan muadzin yang mengumandangkan adzan dan iqamah karena takut kepada-Nya, lalu Allah mengampuninya dan memasukkannya ke surga.
Saking besar pahalanya, Rasulullah bersabda, andai manusia tahu dahsyatnya pahala adzan, mereka akan berebut sampai harus diundi.
Adzan yang merdu yang mengagungkan Allah di awal kalimatnya, jika didengar dengan akal jernih, akan membuat hati khusyuk. Itulah panggilan langit yang tak boleh diabaikan. (Mun)
-
NASIONAL25/08/2026 13:00 WIBBank Mandiri Kena Serbu Netizen usai Bekukan Rekening Rp80,9 Juta
-
NASIONAL25/08/2026 11:00 WIBPrabowo Perintahkan Usut 4 Korporasi di Kalbar
-
DUNIA25/08/2026 12:00 WIBNetanyahu Diduga Sengaja Panaskan Gaza Demi Tunda Pemilu
-
NASIONAL25/08/2026 09:00 WIBBMKG Ungkap Asap Karhutla Kalimantan Bisa Menembus Negara Tetangga
-
NASIONAL25/08/2026 17:00 WIBMK Didesak Tegaskan Batas Masa Jabatan Kapolri
-
NUSANTARA25/08/2026 19:00 WIBGempa Flores 1992 Lebih Mematikan dari 2026
-
NASIONAL25/08/2026 14:00 WIBBNPB: NTT Diguncang 6.409 Gempa Susulan
-
RIAU25/08/2026 15:30 WIBTitik Api Pelalawan Turun 50%