Connect with us

OASE

6 Cara Bicara yang Diajarkan Al-Qur’an

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Di era gelombang informasi yang makin deras, etika berkomunikasi sering kali terabaikan. Padahal dalam Islam, setiap kata yang diucapkan manusia memiliki konsekuensi dan dampak hukum yang besar. Al-Qur’an secara spesifik memberikan panduan lengkap mengenai tata cara dan etika berbicara agar tidak memicu permusuhan maupun dosa.

Keberhasilan komunikasi tidak hanya diukur dari substansi pesan, tetapi juga dari kelembutan, keadilan, dan ketulusan cara menyampaikannya.

6 Konsep ‘Qaulan’ dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an memperkenalkan enam istilah kunci (Qaulan) sebagai standar etika berbicara:

Qaulan Sadida (QS. Al-Ahzab: 70): Perkataan yang benar dan jujur.

Qaulan Ma’rufa (QS. Al-Baqarah: 235): Perkataan yang baik dan patut.

Qaulan Layyina (QS. Thaha: 44): Perkataan yang lemah lembut, sebagaimana perintah Allah kepada Nabi Musa saat menghadapi Fir’aun.

Qaulan Baligha (QS. An-Nisa: 63): Perkataan yang berbekas dan menyentuh jiwa.

Qaulan Karima (QS. Al-Isra: 23): Perkataan yang mulia, khususnya saat berkomunikasi dengan orang tua.

Qaulan Maisura (QS. Al-Isra: 28): Perkataan yang pantas dan menyenangkan.

    Adab Berbicara dan Bahaya Lisan Tanpa Filter

    Selain tuntunan Al-Qur’an, Rasulullah SAW juga mewanti-wanti umatnya agar menjaga lisan dari ucapan yang sia-sia. Berdasarkan HR Bukhari dan Muslim, prinsip utama berkomunikasi adalah “berkata baik atau diam”.

    Rasulullah SAW juga mengingatkan bahaya menceritakan kembali semua hal yang didengar tanpa disaring. Hal itu dinilai cukup untuk membuat seseorang menanggung dosa.

    Berikut adalah poin-poin adab berbicara yang diajarkan dalam Islam:

    Sikap Tenang dan Jelas: Bicara tidak terlalu keras atau terlalu pelan, serta tidak tergesa-gesa agar mudah dipahami.

    Menjauhi Perdebatan dan Dusta: Rasulullah SAW menjamin istana di taman surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun berada di pihak yang benar, serta meninggalkan dusta walau saat bercanda.

    Menghindari Kata Jorok dan Sombong: Dilarang menggunakan perkataan keji, mengkritik dengan nada mencela, atau berpura-pura fasih demi kesombongan.

    Menghargai Lawan Bicara: Tidak memotong pembicaraan, tidak main HP saat orang lain berbicara, tidak memonopoli percakapan, serta menghentikan perilaku ghibah (menggunjing) dan mengadu domba.

    Menjaga lisan bukan sekadar urusan sopan santun, melainkan cermin kualitas iman seseorang. Dengan menerapkan prinsip komunikasi berbasis hikmah dan ma’ruf, setiap ucapan yang keluar dapat membawa manfaat dan menjaga kedamaian antar-sesama. (Mun)

    TRENDING

    Exit mobile version