Connect with us

NASIONAL

Bank Mandiri Kena Serbu Netizen usai Bekukan Rekening Rp80,9 Juta

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Keputusan penundaan transaksi pada rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono, memicu gelombang kritik keras dari publik. Rekening Bank Mandiri yang berisi akumulasi dana pribadi dan donasi warga sebesar Rp80,9 juta untuk operasional aksi pengesahan RUU Perampasan Aset di Gedung DPR RI mendadak tak bisa digunakan sejak Jumat (21/8/2026).

Pihak Bank Mandiri mengonfirmasi bahwa penundaan tersebut dilakukan guna menindaklanjuti permintaan resmi dari aparat penegak hukum sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Polda Metro Jaya meluruskan bahwa langkah tersebut murni penundaan transaksi berdasarkan Pasal 26 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU, bukan penyitaan aset. Di sisi lain, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menegaskan pihaknya tidak melakukan penghentian terhadap rekening tersebut.

Meski demikian, penjelasan prosedural tersebut gagal membendung kemarahan publik di media sosial. Tagar dan seruan “Boikot Bank Mandiri” mendadak viral di platform X, diiringi serbuan komentar kritis di akun Instagram resmi bank BUMN tersebut. Sejumlah warga net menyuarakan kekhawatiran atas jaminan keleluasaan akses terhadap dana pribadi mereka.

Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari CELIOS, YLBHI, hingga Amnesty International Indonesia mengecam keras tindakan ini. Mereka menilai bahwa pembekuan saldo yang dipicu intervensi aparat berpotensi merusak fondasi paling krusial dalam industri finansial, yaitu kepercayaan publik (public trust) terhadap sistem perbankan.

Imbas dari sentimen negatif tersebut sempat membuat pergerakan saham BMRI terkoreksi 0,71 persen ke level Rp4.190 pada sesi I perdagangan, meski secara fundamental kinerja keuangan perseroan masih mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan. Kasus ini kini menjadi sorotan tajam, di mana publik menuntut transparansi dan kepastian hukum agar hak atas dana nasabah tidak dengan mudah dibatasi. (Bowo/Mun)

Continue Reading

TRENDING

Exit mobile version