NASIONAL
Artikel Komdigi Ditakedown, Kisah Susanah Terkuak
AKTUALITAS.ID – Kisah Susanah, warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang diangkat ke panggung kenegaraan hingga disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam pidato di Gedung DPR/MPR, kini menjadi sorotan tajam publik. Polemik merebak setelah ditemukan ketidaksesuaian fatal antara narasi “ibu pengupas bawang” yang ramai diberitakan dengan fakta pekerjaan harian sang penerima bantuan.
Materi publikasi resmi yang sempat dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebelum akhirnya ditakedown atau dihapus menyingkap tabir sebenarnya. Susanah ternyata bekerja sebagai penjahit kain majun sejak pukul 07.00 WIB dengan upah memprihatinkan, yakni Rp700 per kilogram. Untuk menopang kebutuhan keluarga, ia melanjutkan pekerjaan di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai pukul 13.00 WIB.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tugas Susanah di dapur MBG adalah mencuci ompreng, bukan mengupas bawang. Perbedaan mendasar ini memicu pertanyaan besar: Di mana sebenarnya letak peran “mengupas bawang” yang sebelumnya di-framing ke publik?
Dari Cileungsi, Karantina Hotel, Hingga Istana Negara
Perjalanan Susanah ke panggung nasional bermula dari statusnya sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP). Informasi mengenai dirinya kemudian ditindaklanjuti oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).
Tim Bakom RI mendatangi kediaman Susanah di Cileungsi dan melakukan proses pengisian materi serta pengambilan gambar (syuting) selama tiga hari. Setelah itu, Susanah diboyong ke Jakarta, diinapkan di hotel selama satu pekan, diajak mengunjungi TMII serta Monas, hingga hadir langsung dalam upacara penurunan bendera di Istana Negara.
Kisah Susanah pun dikemas sebagai simbol keberhasilan program pemerintah dan ketangguhan rakyat kecil. Namun, pengemasan cerita tersebut kini menuai kritik tajam.
Sorotan Akurasi Narasi dan Langkah Takedown
Kini publik tidak hanya mempertanyakan posisi “mengupas bawang” yang hilang dalam rekam jejak pekerjaan Susanah, tetapi juga konsistensi pengemasan informasi oleh lembaga pemerintah. Keputusan Komdigi menghapus materi tersebut justru memperkuat dugaan adanya ketidakakuratan atau upaya penyederhanaan narasi secara berlebihan saat mengarang cerita untuk konsumsi publik.
Apakah penyebutan “pengupas bawang” merupakan bentuk dramatisasi narasi demi membangun simpati publik, ataukah terjadi kecerobohan verifikasi data sebelum disampaikan ke tingkat tertinggi pemerintahan?
Hingga saat ini, publik masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak Komdigi maupun Bakom RI mengenai alasan penghapusan artikel tersebut serta kejelasan narasi pekerjaan Susanah yang sebenarnya. (Mun)
-
NASIONAL23/08/2026 21:30 WIBProjo HUT ke-12, Budi Arie Soroti Korupsi di Sekitar Kekuasaan
-
NASIONAL23/08/2026 17:00 WIBPemerintah Gelontorkan Rp1,2 Triliun untuk Pangan Bencana
-
JABODETABEK23/08/2026 16:00 WIBPramono Belum Putuskan Tarif Parkir Naik
-
FOTO24/08/2026 11:15 WIBFOTO: Momen Budi Arie Potong Tumpeng Rayakan HUT ke-12 Projo
-
NUSANTARA23/08/2026 20:00 WIBDalam Hitungan Menit, Api Melahap Desa Adat Sade
-
NASIONAL24/08/2026 07:00 WIBPrabowo Siap Terbang ke NTT Usai Tinjau Karhutla Kalimantan
-
JABODETABEK24/08/2026 06:30 WIBSenin Ini SIM Keliling Hadir di 5 Wilayah Jakarta
-
JABODETABEK23/08/2026 19:00 WIBPolda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 M di Tangsel