Connect with us

EKBIS

IHSG Tembus 6.544 Pagi Ini

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan Senin (24/8/2026). Setelah pekan lalu berhasil kembali menembus level psikologis 6.500, indeks kini mencoba mempertahankan momentumnya di tengah tekanan yang justru melanda sejumlah bursa utama Asia.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pukul 09.00 WIB berada di level 6.544, menguat 18,31 poin atau 0,28 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 6.525,69.

Penguatan tersebut menegaskan bahwa pasar saham domestik masih membawa optimisme dari perdagangan akhir pekan lalu. Pada Jumat (21/8/2026), IHSG ditutup menguat 0,37 persen dan kembali menempatkan level 6.500 sebagai pijakan baru bagi pergerakan indeks.

Data RTI menunjukkan IHSG pada pukul 09.10 WIB berada di level 6.542,77, naik 17,08 poin atau 0,26 persen. Dalam perdagangan awal, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.551 dan terendah 6.518,92.

Pasar tampaknya belum kehilangan tenaga. Level 6.500 yang sebelumnya menjadi tembok psikologis kini justru sedang diuji sebagai area pertahanan baru.

Mayoritas saham juga bergerak di zona hijau. Pada awal perdagangan, ratusan saham tercatat menguat, sementara saham yang melemah berada dalam jumlah lebih kecil. Aktivitas transaksi pun mulai bergeliat dengan miliaran lembar saham berpindah tangan.

Salah satu pendorong terbesar penguatan indeks datang dari sektor barang baku, yang melonjak sekitar 1,16 persen. Sejumlah sektor lain seperti infrastruktur, konsumen primer, perindustrian, teknologi, energi, transportasi dan logistik, properti, hingga kesehatan juga ikut menopang pergerakan IHSG.

Sebaliknya, sektor barang konsumen non-primer menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan. Sektor keuangan juga bergerak lebih terbatas.

Yang menarik, penguatan IHSG terjadi ketika sejumlah bursa utama Asia justru berada di zona merah. Indeks Nikkei Jepang melemah sekitar 0,33 persen, Hang Seng Hong Kong tertekan hingga lebih dari 2 persen, sementara Shanghai Composite juga bergerak turun.

Kontras ini menunjukkan pasar Indonesia sedang memiliki tenaga sendiri. Ketika sejumlah bursa Asia tertekan, IHSG justru memilih melanjutkan reli.

Optimisme terhadap prospek ekonomi domestik dan pergerakan rupiah menjadi salah satu sentimen yang menopang pasar. Namun, investor masih harus berhati-hati terhadap sejumlah sentimen global yang dapat memicu perubahan arah secara cepat.

Perdagangan pekan ini juga akan berlangsung lebih pendek menyusul libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa (25/8/2026). Kondisi tersebut berpotensi membuat pelaku pasar lebih selektif dalam mengambil posisi pada awal pekan.

Kini perhatian pasar tertuju pada satu pertanyaan penting: mampukah IHSG menjaga level 6.500 dan melanjutkan reli menuju level yang lebih tinggi?

Untuk sementara, sinyal pembukaan perdagangan memberikan jawaban positif. IHSG masih hijau, mayoritas saham menguat, dan pasar domestik kembali menunjukkan keberanian untuk melawan tekanan regional. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version