EKBIS
Rupiah Melemah ke Rp17.650 per Dolar AS Pagi Ini
AKTUALITAS.ID – Tekanan berat kembali menghantam aset keuangan domestik di awal pekan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis ke level Rp17.650 per dolar AS pada perdagangan Senin (7/9/2026), terkoreksi 8 poin atau 0,05 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Berdasarkan pantauan data Refinitiv, mata uang Garuda sempat mencatatkan angin segar saat pembukaan pasar dengan terapresiasi 0,11% ke posisi Rp17.610/US$. Performa positif ini sebenarnya melanjutkan tren penguatan akhir pekan lalu, Jumat (4/9/2026), ketika rupiah sukses ditutup menguat di level Rp17.630/US$ yang menjadi titik terkuat sejak 21 Mei 2026.
Namun, laju penguatan tersebut langsung tertahan seiring derasnya tekanan eksternal di kawasan regional. Pergerakan rupiah hari ini terpantau sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang terperosok ke zona merah di hadapan greenback.
Di kawasan regional hingga pukul 09.00 WIB, peso Filipina mencatatkan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,15%. Tekanan serupa juga dialami oleh dolar Singapura dan baht Thailand yang sama-sama melemah 0,06%, ringgit Malaysia terkontraksi 0,05%, yuan China turun 0,03%, serta dolar Hong Kong yang bergerak melemah tipis.
Sebaliknya, segelintir mata uang Asia justru mampu melawan arus. Won Korea Selatan keluar sebagai juara penguatan terbesar di kawasan setelah melonjak 0,21%, disusul yen Jepang yang terkerek 0,14% dan dolar Taiwan yang menguat 0,11%.
Nasib serupa dialami oleh mayoritas mata uang utama negara maju. Euro Eropa turun 0,01 persen, poundsterling Inggris melemah 0,05 persen, dan dolar Australia terdepresiasi 0,01 persen. Sementara itu, franc Swiss turut melemah 0,05 persen, dengan dolar Kanada dan dolar Hong Kong tercatat stabil.
Kendati demikian, masih ada secercah harapan bagi pergerakan rupiah sepanjang hari ini. Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah tipis 0,03% ke posisi 99,143 hingga pukul 09.00 WIB. Koreksi tipis pada indeks dolar AS ini diharapkan mampu memberikan ruang napas dan peluang bagi rupiah untuk kembali bangkit dari zona pelemahan. (Firman/Mun)
-
DUNIA06/09/2026 15:00 WIBAS Klaim Ledakkan 3 Tanker Minyak Iran
-
NASIONAL06/09/2026 16:00 WIBBandara Soetta Ditutup Lagi hingga 17.30 WIB
-
DUNIA06/09/2026 12:00 WIBAS Kucurkan Paket Senjata Rp88 T ke Saudi
-
NASIONAL06/09/2026 17:00 WIBAnak Krakatau Erupsi, Prabowo Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada
-
NASIONAL06/09/2026 14:00 WIBKoalisi Sipil Desak MA-KY Bongkar Putusan Banding Kasus Andrie Yunus
-
POLITIK06/09/2026 13:00 WIBAHY Tegaskan TNI-Polri Wajib Netral Saat Pemilu
-
NASIONAL06/09/2026 18:00 WIBMaruarar Sirait Targetkan Bedah Rumah di Bukit Duri Rampung 1 Desember 2026
-
DUNIA06/09/2026 21:00 WIBPBB Bongkar Pengusiran 33 Ribu Warga Palestina di Tepi Barat