EKBIS
Rupiah Terjun Bebas Jadi Mata Uang Terbelakang se-Asia
AKTUALITAS.ID – Mata uang Garuda tak berdaya menghadapi gempuran greenback. Pada pembukaan perdagangan Kamis (27/8/2026) pagi, nilai tukar rupiah terpantau tertekan hebat hingga tersungkur ke level Rp17.775 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 50 poin atau setara 0,28 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.725 per dolar AS. Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah sempat menyentuh Rp17.712 per dolar AS, terdepresiasi 0,15 persen dari penutupan kemarin.
Pelemahan ini menempatkan rupiah di posisi yang sangat mengenaskan: mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia.
Saat mayoritas mata uang kompetitor bertumbuh, rupiah justru memimpin daftar mata uang yang terkoreksi paling dalam hingga pukul 09.00 WIB.
Rincian Pergerakan Mata Uang Asia vs Dolar AS (Kamis Pagi):
Won Korea Selatan: +0,43% (Penguatan Tertinggi)
Dolar Taiwan: +0,28%
Dolar Singapura: +0,08%
Yen Jepang: +0,03%
Yuan China: +0,004%
Dolar Hong Kong: -0,01%
Ringgit Malaysia: -0,02%
Baht Thailand: -0,04%
Peso Filipina: -0,08%
Rupiah Indonesia: -0,28% (Pelemahan Terdalam)
Di saat negara tetangga seperti Korea Selatan dan Taiwan sukses mendulang keuntungan, rupiah justru harus gigit jari terseret ke zona merah paling dasar. Pergerakan liar dolar AS ini patut diwaspadai pelaku pasar karena berpotensi memicu gejolak harga barang impor di dalam negeri. (Firman/Mun)
-
Berita14/10/2026 21:00 WIBKementerian PKP dan Bappenas Sinkronkan Target Perumahan 2025–2029
-
NUSANTARA15/10/2026 07:30 WIBKabut Asap Makin Parah! Sekolah di Balikpapan Ditutup 3 Hari
-
EKBIS15/10/2026 10:30 WIBRupiah Makin Loyo, Dolar AS Dekati Rp18.000
-
NASIONAL15/10/2026 07:00 WIBSahroni Minta MUI Tak Ikut Campur Konser Andrea Bocelli di Borobudur
-
NUSANTARA14/10/2026 22:00 WIBKapuas Perpanjang Status Karhutla Dua Pekan
-
EKBIS15/10/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Anjlok ke 5.917
-
NASIONAL15/10/2026 10:00 WIB“Bercerai Kawin Lagi!” Candaan Gubernur Kalteng Soal Karhutla Bikin DPR Murka
-
NASIONAL15/10/2026 06:00 WIBKarhutla Makin Darurat, PKB Desak Status Bencana Nasional