Connect with us

OASE

1400 Tahun Lalu Al-Qur’an Sudah Jelaskan Dua Laut Bertemu Tapi Tak Bercampur

Aktualitas.id -

foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Fenomena ajaib pertemuan air asin dan air tawar yang mengalir berdampingan tanpa bercampur total ternyata sudah dijelaskan Al-Qur’an 14 abad lalu. Sains modern baru membuktikannya sekarang. Namanya: Barzakh.

Penjelasan itu ada di dua surat utama.

1. Surat Al-Furqan Ayat 53

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (QS. Al-Furqan: 53)

Maknanya tajam: air tawar dari sungai dan air asin dari lautan bertemu di muara. Tampak menyatu, tapi masing-masing tetap jaga sifat, rasa, dan karakteristik aslinya.

Secara ilmiah, pemisah itu disebut Barzakh. Disebabkan perbedaan massa jenis (densitas), salinitas (kadar garam), suhu, serta arus air yang membuat keduanya tidak langsung bercampur instan di area pertemuan.

2. Surat Ar-Rahman Ayat 19–21

“Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 19–21)

Ayat ini jelaskan kekuasaan Allah ciptakan keseimbangan alam. Air asin di samudra yang melimpah hampir tiga perempat bumi berfungsi menjaga kebersihan atmosfer dan ekosistem. Kadar asin yang cermat membersihkan bumi dari gas beracun agar udara tidak terkontaminasi hingga proses menjadi hujan.

Sementara air tawar di sungai menjadi sumber kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Kandungan Surah Ar-Rahman adalah tentang nikmat Allah yang sering terlupakan.

Ayat 16-18: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Allah ingatkan agar manusia bersyukur. Proses terciptanya manusia bukan natural dan kebetulan tapi sudah by design Allah.

Ayat 17: “Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.” (Ar-Rahman: 17) – Masyriq adalah timur tempat terbit, Maghrib adalah barat tempat terbenam. Bisa juga berarti dua posisi terbit dan terbenam yang berbeda pada musim panas dan dingin. Semua dalam kendali Allah.

Ayat 19: “Marajal Bahrain Yaltaqiyan” – Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Yang asin mencakup laut dan samudra, yang tawar mencakup sungai. Pembagiannya penuh perhitungan Allah yang menakjubkan.

Inilah mukjizat ilmiah Al-Qur’an. Dua laut bertemu, ada batas tak tembus, masing-masing tak melampaui batas. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Mun)

Continue Reading

TRENDING

Exit mobile version